ACEH JAYA – Sebuah lompatan besar dalam dunia pendidikan Indonesia sedang digagas dari bumi Serambi Mekah. Tim kecil beranggotakan para pendidik hebat di SMP Darun Nizham, Aceh Jaya, kini tengah bersiap mencetak sejarah baru lewat pengukuhan inovasi kurikulum yang memadukan nilai spiritualitas, sejarah, dan pelestarian adat Nusantara.
Langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari figur penting Raja Negeri Daya (Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam), DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah, bersama Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara, Dato’ Kiam Radja TG. Prof. DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph. D. Siap mengukuhkan inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya). Tidak tanggung-tanggung, prosesi pengukuhan ini juga akan dihadiri oleh 5 Raja dari 9 Negeri di Aceh.
Pecahkan Rekor 16 Inovasi dan Berlisensi HKI
Semangat membara terlihat jelas dalam rapat pembagian tugas tim kecil SMP Darun Nizham baru-baru ini. Sekolah ini berhasil memecahkan rekor dengan menelurkan 16 inovasi pendidikan, di mana 9 di antaranya telah resmi mengantongi lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Keberhasilan ini digerakkan oleh tim solid yang terdiri dari 25 guru profesional bersertifikasi dan tenaga administrasi. Mereka dibagi ke dalam 7 tim kecil yang masing-masing mengoordinasikan 2 inovasi. Sementara itu, 2 inovasi unggulan utama dikoordinir langsung oleh Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., Kepala SMP Darun Nizham yang dikenal sebagai kepala sekolah inovator sekaligus kandidat doktor pendidikan di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Inovasi besar pertama yang disegani adalah SANTANA (Sekolah Aman Tangguh Bencana). Program berbasis HKI ini didukung mitra strategis lintas sektoral, mulai dari FK Tagana Provinsi Aceh, BPBK Aceh Jaya, Markas PMI Aceh Jaya, Balai Penyuluh KB, Puskesmas, hingga Unit Damkar Teunom. Dampaknya luar biasa: 521 video edukasi telah diproduksi, 112 berita dan artikel terbit di media massa, serta ribuan konten edukasi menyebar luas di YouTube, Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, hingga podcast Genlink.
KALAM PRABU: Kurikulum Masa Depan yang Presisi dan Fleksibel
Kini, fokus utama tim beralih pada KALAM PRABU. Inovasi berlisensi HKI ini lahir dari kolaborasi tiga sektor strategis: pencipta program, tokoh ahli pendidikan, serta tokoh sentral kerajaan dan budayawan Nusantara. Melalui program ini, amanah sejarah, syariat, reusam, adab, adat, dan budaya diintegrasikan secara presisi dan fleksibel ke dalam kalender Hijriyah dan Masehi sebagai kurikulum sekolah.
Gaung KALAM PRABU sudah meluas. Surat imbauan dari Raja Negeri Daya telah dilayangkan kepada Bupati Aceh Jaya. Gerakan ini juga telah menghasilkan 22 publikasi media massa, 32 video pembelajaran, kursus digital, hingga tayangan podcast.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Radja Saifullah dan Dato’ Kiam Radja Fekri Juliansyah. Semoga amanah mulia ini menjadi berkah,” ungkap Ridwan penuh syukur.
Siap Lahirkan Duta Budaya dan Tahfiz di 18 Sekolah
Langkah nyata KALAM PRABU akan dimulai pada awal semester tahun pelajaran 2026-2027 pertengahan Juli mendatang. SMP Darun Nizham siap menyosialisasikan program ini ke 18 sekolah mitra strategis lintas jenjang (SD/MI/TPA, SMP, dan SMA) di Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Barat.
Setiap sekolah mitra akan melahirkan duta terbaik mereka untuk berkompetisi dalam festival besar di SMP Darun Nizham pada 24–29 Agustus 2026. Istimewanya, hadiah bagi para pemenang akan diserahkan langsung oleh tamu agung dari 5 Kerajaan Aceh.
Raja Negeri Daya menyampaikan rasa haru dan dukungan penuhnya kepada SMP Darun Nizham yang menjadi pilot project nasional ini. Beliau berharap sekolah bisa menjadi contoh rumah baru bagi warisan sejarah, syariat, dan adat. Senada dengan itu, Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara menegaskan siap pasang badan dan mengapresiasi kesigapan sekolah ini berada di garda terdepan dalam menjaga peradaban bangsa.
“Kini SMP Darun Nizham bersiap melahirkan generasi tahfiz yang cerdas, berbudaya, dan fasih menuturkan sejarah. Mari bergabung bersama kami, ikuti, dan sukseskan gerakan ini!” ajak Ridwan optimis.