Aceh – KALAM PRABU Membuka Pintu Langit merupakan program kolaboratif yang menyatukan pemangku adat dan sineas muda untuk menghidupkan kembali ruh sejarah serta kearifan lokal melalui sinematografi modern. Inisiatif ini bertujuan menjembatani nilai budaya leluhur Nusantara dengan generasi masa kini guna memperkuat karakter bangsa. Raja Negeri Daya dan Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sulatan Se-Nusantara Apresiasi seluruh warga Aceh dan Nusantara Melayu Raya yang memperingati tahun baru hijriyah 1448, disamping itu juga ucapan selamat hari jadi Kerajaan Perlak Aceh Darussalam.
Wazir Katibul Muluk Kerajaan Negeri Daya ikut langsung bersama warga di Teunom merayakan tahun baru Hijriyah. ini patut kita apresiasi inisiatif warga bersama kepala daerah tanpa perintah menjalankan peryaan dengan penggilan hati. Raja Negeri Daya (Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam) mengeluarkan titah resmi melalui Wazir Katibul muluk untuk mempublikasikan ucapan resmi tahun baru hijriah dan uncapan selamat hari jadi kerajaan Perlak Aceh Darussalam
Semangat persatuan bangsa membahana dari serambi Mekkah saat warga, secara swadaya menggelar perayaan agung menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Momentum sakral yang bertepatan dengan pertengahan Juni 2026 ini melahirkan kekaguman luas, tidak hanya karena kemeriahannya, tetapi karena inisiatif murni masyarakat yang bergerak bersama kepala daerah setempat tanpa instruksi maupun perintah formal birokrasi. Gerakan berbasis panggilan hati ini seketika memantik apresiasi tinggi dari para pemangku adat dan keturunan raja/sultan nusantara.
Raja Negeri Daya bersama Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara menyampaikan kekaguman mendalam kepada seluruh warga Aceh serta seluruh elemen masyarakat di wilayah Nusantara Melayu Raya. Keberhasilan warga dalam merawat tradisi keislaman secara mandiri dinilai sebagai bukti nyata bahwa akar budaya dan spiritualitas bangsa Indonesia masih sangat kokoh terpatri di sanubari masyarakat bawah.
Perayaan bersama warga terasa kian istimewa dan bernilai sejarah tinggi dengan kehadiran langsung Wazir Katibul Muluk Kerajaan Negeri Daya. Sang Wazir memilih turun langsung ke lapangan, membaur bersama ribuan warga yang larut dalam sukacita menyambut tahun baru Islam. Langkah ini mencerminkan harmonisasi yang indah antara struktur adat kesultanan dan masyarakat modern.
“Ini adalah potret asli Nusantara yang sesungguhnya. Ketika warga dan pemimpin daerah bergerak bersama demi nilai luhur tanpa harus menunggu perintah dari atas, di situlah ruh gotong royong dan kesadaran spiritual sejati hidup,” ungkap sang Wazir di sela-sela perayaan.
Aksi swadaya ini menjadi inspirasi besar bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Di tengah gempuran modernisasi, masyarakat Teunom membuktikan bahwa syiar Islam dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan secara organik, digerakkan oleh rasa cinta pada warisan leluhur.
Titah Resmi Raja Negeri Daya dan Selamat Hari Jadi Kerajaan Perlak
Menanggapi besarnya antusiasme warga, Raja Negeri Daya selaku Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam mengeluarkan titah resmi yang dipublikasikan secara luas melalui Wazir Katibul Muluk. Titah resmi tersebut tidak hanya memuat ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah bagi seluruh umat muslim, melainkan juga menyelipkan ucapan selamat hari jadi untuk Kerajaan Perlak Aceh Darussalam, salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara yang menjadi tonggak awal peradaban Islam di Asia Tenggara.
Penggabungan dua momen besar ini sengaja dilakukan sebagai refleksi historis. Titah tersebut menegaskan bahwa peringatan Hijriah harus menjadi momentum refleksi bagi bangsa untuk meneladani jalur sejarah emas penyiaran Islam yang damai dan berdaulat di Nusantara Melayu Raya, yang dulunya diarsiteki oleh kerajaan-kerajaan seperti Perlak dan Daya.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas momentum ini, Raja Negeri Daya selaku Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam mengeluarkan titah maklumat resmi. Titah mulia tersebut dipublikasikan secara luas ke seluruh penjuru negeri melalui Wazir Katibul Muluk, memuat pesan historis yang mendalam serta ucapan selamat hari jadi untuk Kerajaan Perlak—tanah muasal syiar Islam tertua di Nusantara.
Berikut adalah bunyi lengkap Titah Maklumat Kerajaan yang dikeluarkan langsung dari istana:
Bismillahirrahmannirrahim
TITAH MAKLUMAT KERAJAAN
Dari Astaka Diraja Negeri Daya, Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillahil ladzi ja’alal azmana dhurufan lil a’mali, wash-shalatu was-salamu ‘ala sayyidina Muhammadin khairil anam, wa ‘ala alihi wa shahbihi barakatil iyam.
Wahai segenap kawula bangsawan, alim ulama, wazir kerajaan, ukhuy (saudara) se-nasab, serta seluruh rakyat di tanah Serambi Mekah yang kami muliakan.
Pada hari yang benderang dengan cahaya Ar-Rahman ini, dari atas singgasana Negeri Daya, Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam, dan Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara, kami maklumatkan:
🌟 Selamat Tahun Baru Hijriah & Hari Jadi Kerajaan Perlak
Mengiringi bergantinya warsa dalam kalender Islam, kami menitahkan ucapan Selamat Tahun Baru Islam (Hijriah). Bersamaan dengan momentum suci ini, kami juga mengucapkan Selamat Hari Jadi Kerajaan Perlak, tanah muasal syiar Islam tertua di Nusantara.
Mari kita jadikan kilas balik sejarah keagungan Perlak sebagai obor penyulut semangat berhijrah menuju tatanan hidup yang lebih diredai Allah SWT.
📜 Realisasi KALAM PRABU di Bumi Serambi Mekah
Melalui titah kerajaan ini, kami menaruh harapan besar serta doa yang tulus agar inovasi luhur KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya) dapat terrealisasi dan membumi dengan sempurna di seantero Tanah Rencong.
Pendidikan yang menyatukan syariat Islam dengan resam adat Peusijuek dan Kenduri ini adalah benteng utama kita. Fondasi ini penting untuk melahirkan generasi muda Aceh yang berhati lembut, berpikiran tajam, religius, serta berkarakter ksatria layaknya indatu kita dahulu.
🕌 Penutup dan Doa Kerajaan
“Adat bak Po teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala.”
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan daulat, keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan bagi bumi Aceh serta seluruh kesultanan di Nusantara. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
(Wazir Katibul Muluk)
Membawa Semangat KALAM PRABU Menginspirasi Nusantara.
Penyisipan program inovatif KALAM PRABU di dalam titah raja menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian adat Aceh tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. Penyatuan nilai syariat dengan tradisi lokal seperti Peusijuek dan Kenduri dirancang sebagai benteng moral bagi generasi muda.
Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara menilai perpaduan gerakan swadaya warga Teunom dan visi kebudayaan dari Istana Negeri Daya ini merupakan formula tangguh yang patut dicontoh oleh daerah lain di seluruh Indonesia. Peristiwa sejarah di pertengahan tahun 2026 ini mengirimkan pesan lantang: bahwa kekuatan sejati suatu bangsa lahir ketika rakyatnya bergerak menjaga tradisi atas dasar cinta dan panggilan nurani.
Menghidupkan Kembali Ruh Nusantara Melayu Raya
Apresiasi yang mengalir dari Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara menegaskan pentingnya menjaga tali silaturahmi antar-zuriat (keturunan) kerajaan di seluruh Indonesia untuk memperkuat ketahanan budaya nasional. Perayaan yang digagas warga Aceh ini dinilai berhasil mengirimkan pesan persatuan yang kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa identitas bangsa Indonesia dibentuk oleh jalinan spiritualitas yang kuat dan penghormatan mendalam terhadap sejarah.
Fenomena di Teunom menjadi tamparan positif sekaligus teladan nasional. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa peradaban yang hebat tidak melulu dibangun lewat regulasi yang kaku, melainkan bermula dari kesadaran kolektif masyarakat tingkat tapak. Melalui perayaan 1448 Hijriah dan penghormatan terhadap sejarah Kerajaan Perlak, warga Aceh sekali lagi menunjukkan kelasnya sebagai modal sosial dan benteng budaya yang terus menginspirasi Indonesia.