TEUNOM, ACEH JAYA – Di bawah langit Teunom yang menyimpan cerita tentang ketangguhan, sebuah harmoni unik sedang tercipta. Di balik dinding SMPS Darun Nizham, sebuah gerakan besar tidak hanya sedang direncanakan, tetapi sedang dihidupkan. Ini bukan sekadar seremoni perpisahan biasa atau latihan baris-berbaris formal. Ini adalah perayaan akal budi, keselamatan, dan penghormatan setinggi langit bagi mereka yang telah mewakafkan hidupnya mendidik generasi demi literasi.
Senin, 11 Mei 2026, akan menjadi tanggal yang terpatri dalam sejarah sekolah ini. Sebuah kolaborasi multidimensi bertajuk “SANDARAN” (Santri Sadar Kebakaran) akan digelar. Sebuah kegiatan yang memadukan simulasi pemadaman api yang memacu adrenalin dengan prosesi “Pesijuek” yang menyentuh kalbu untuk para guru purnatugas.
Inovasi SANDARAN: Belajar untuk Hidup, Bukan Sekadar Tahu
Kepala SMPS Darun Nizham, Ridwan, S. Pd. I., MA., M. Pd., yang juga merupakan Kandidat Doktor Pendidikan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, berdiri sebagai dirigen di balik orkestra inovasi ini. Baginya, pendidikan di era modern tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau terjebak dalam ruang kelas yang kaku.
“Kegiatan ini adalah wujud dari filosofi learning by doing—belajar sambil melakukan. Kami ingin santri kami tidak hanya hafal teori, tapi memiliki ketangguhan (resiliensi) dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran,” ujar Ridwan saat ditemui di sela kesibukannya memantau persiapan teknis.
Program SANDARAN lahir dari kegelisahan akan pentingnya mitigasi bencana sejak dini. Untuk mewujudkan ini, SMPS Darun Nizham memperkuat mitra strategis dengan menggandeng Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBK Aceh Jaya. T

ak tanggung-tanggung, sosok Ismail, S. Pd., M. Pd., selaku Kabid terkait, akan turun langsung bersama tim unit pemadam kebakaran (Damkar) Teunom. Mereka hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai mentor yang akan melatih para santri menjadi garda terdepan keselamatan.
Menembus Batas: 7 Inovasi dan Mahkota HKI
Yang membuat SMPS Darun Nizham berbeda dari sekolah menengah lainnya adalah ambisinya yang terukur. Di bawah kepemimpinan Ridwan, sekolah ini telah membentuk Timsus (Tim Khusus) yang terdiri dari koordinator, operator, tiga guru profesional, dan dua siswa pilihan untuk setiap bidang inovasi.
Hasilnya mencengangkan. Tahun ini, SMPS Darun Nizham telah mengantongi 7 HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari Kemenkumham untuk tujuh inovasi unggulannya. Prestasi ini menjadi tiket emas bagi sekolah ini untuk melaju ke panggung kompetisi bergengsi “Pena Jaya”.
“Ini bukan inovasi di atas kertas. Ini adalah kerja keras, ketulusan, dan bukti bahwa sekolah swasta di tingkat kecamatan pun bisa memiliki daya saing global jika dikelola dengan manajemen yang serius,” tambah Ridwan dengan nada optimis.
Perpisahan yang Menginspirasi: Adab di Atas Ilmu
Sisi unik lainnya dari kegiatan ini adalah penyatuan momen simulasi bencana dengan pelepasan dua sosok pejuang pendidikan: Bapak Sulaiman, S. Pd. dan Ibu Farida, S. Pd.
Dalam tradisi Darun Nizham, guru purnatugas bukanlah orang yang “selesai” masa baktinya, melainkan mitra abadi. Fittri Suzanni, S. Pd. I., selaku Bidang Humas, mengaku haru saat menyiapkan administrasi kegiatan ini. “Kemitraan kami dengan guru purnatugas terbilang elegan. Mereka adalah orang tua kedua, pemilik ide dan saran yang terus mengalir meskipun secara administratif sudah tidak bertugas. Mereka adalah pemantik semangat kami untuk terus berinovasi,” ungkapnya.
Prosesi Pesijuek—sebuah tradisi memohon berkah dalam budaya Aceh—akan dilakukan oleh Tgk. Rajudin (Pakcek) bersama Ibu Dra. Zulaidar. Ini adalah simbol bahwa ilmu tanpa adab dan restu dari para pendahulu tidak akan membawa keberkahan.
Sinergi Tanpa Batas: Puskesmas dan Baperida
Persiapan matang ini juga menjadi bahan baku untuk agenda besar berikutnya pada Rabu, 13 Mei 2026. Direncanakan, Kepala UPTD Puskesmas Teunom, dr. Miswar, serta Kabid Litbang Baperida Aceh Jaya, Ibu Masri Annur Salmi, S.Si., MM., akan hadir langsung.
Pertemuan tersebut akan difokuskan pada penguatan kualitas dan kuantitas data inovasi yang akurat. Akan ada penandatanganan MoU Revisi yang telah dibangun sejak tahun 2023. Fokusnya jelas: pembinaan proposal inovasi, indikator penunjang, hingga memastikan seluruh karya inovasi terdaftar secara hukum melalui HKI. Sinergi antara sekolah, Puskesmas, dan Baperida ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan daerah Aceh Jaya.
Simfoni Acara: Dari Ayat Suci hingga Api yang Padam
Kegiatan pada Senin nanti telah disusun sedemikian rupa untuk memastikan setiap detik memiliki nilai edukasi dan emosi. Berikut adalah rincian kegiatan yang akan dilaksanakan:
- Persiapan: Dimulai pukul 08.00 oleh Panitia yang sigap memastikan seluruh alat simulasi siap.
- Pembukaan: Akan dipandu oleh kuartet protokol berbakat: Anisa Syakira, Rasyidatun Maqfirah, Nana Maulidia, dan Rahmayati.
- Spiritualitas: Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Saritilawah, dan Shalawat Badar akan dibawakan oleh Azqiya, memberikan keteduhan sebelum kegiatan dimulai.
- Motivasi Berjenjang: Sambutan hangat dari Kepala Sekolah, diikuti kata-kata motivasi dari perwakilan siswa. Nadila Fitria dan Adilla Marsya (Kelas IX) serta Rasyidatun Maqfirah dan Anisa Syakira (Kelas VII & VIII) akan berbagi perspektif tentang masa depan.
- Seni dan Penghormatan: Tampilan puisi “Terima Kasihku Guruku” akan dibawakan secara kolaboratif oleh tujuh siswi terpilih sebagai kado terakhir bagi guru mereka yang purnatugas.
- Wejangan Sang Legenda: Bapak Sulaiman dan Ibu Farida akan memberikan kata motivasi terakhir di hadapan para santri, sebuah momen yang diprediksi akan penuh tetesan air mata haru.
- Inti Inovasi (SANDARAN): Bapak Ismail, S. Pd., M. Pd. akan memberikan pengantar teknis sebelum memimpin simulasi pemadaman api. Santri akan diajarkan cara menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) hingga teknik tradisional.
- Penyerahan Cendera Mata & Doa: Sebagai bentuk apresiasi, piagam penghargaan dan bingkisan akan diserahkan kepada Ibu Farida (oleh Ibu Dra. Zulaidar) dan Bapak Sulaiman (oleh Tgk. Rajudin). Acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi Pesijuek.
Harapan Baru dari Teunom
Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya soal mengejar nilai akademik, tetapi soal membangun karakter, kemitraan, dan kesiapan hidup. SMPS Darun Nizham telah membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan fasilitas bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang diakui secara hukum nasional.
Senin esok, saat api simulasi dipadamkan oleh tangan-tangan mungil para santri, dan saat pelukan hangat diberikan kepada guru-guru purnatugas, sebuah pesan besar dikirimkan dari Teunom ke seluruh penjuru dunia: Bahwa di sekolah ini, keselamatan adalah prioritas, inovasi adalah napas, dan adab kepada guru adalah fondasi utama menuju kejayaan.
Selamat berjuang, SMPS Darun Nizham. Teruslah menjadi “SANDARAN” bagi generasi bangsa yang tangguh dan berbudaya.