ACEH JAYA – (19-01-2026) Semangat resiliensi dan pelesetarian kearifan lokal Aceh “Tot Apam Buleun Rajab” Kenduri Apam Serabi di akhir bulan Rajab yang digelar setiap tahunnya. Tahun ini pascabencana kembali membuncah di bumi Teunom. SMP Darun Nizham menggelar kenduri Apam Serabi di gelar tim inovasi SANTANA (Sekolah Aman Tangguh Bencana) melibatkan seluruh warga sekolah dan tetangga. Perhelatan ini bukan sekadar kenduri biasa, melainkan satu diatntara simpul kunci kearifan lokal Aceh tanda syukur dan berdoa kepada Allah agar diberikahan keberkahan rezeki dan terhindar dari bencana bagi warga sekolah di pesisir barat Aceh untuk bangkit dan siaga menghadapi tantangan alam.
Dalam kenduri apam yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, tuan rumah SMP Darun mengkampanye inovasi SANTANA sebagai Strategi Masa Depan. Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi dari visi besar sekolah dalam menjaga keselamatan generasi bangsa, melestarikan kearifan lokal. Menurutnya, program SANTANA lahir dari sejarah panjang sekolah yang kerap berhadapan dengan bencana banjir, namun kini bertransformasi menjadi pusat pembelajaran kesiapsiagaan.
“Kenduri apam ini satu diantara bentuk kampanye konkret kesiapsiagaan dalam bentuk upaya bersyukur dan berdoa untuk mewujudkan Sekolah Aman Tangguh Bencana. Kami tidak ingin bergerak sendiri; kami menjalin kemitraan dengan warga tetangga sekolah dan berbagau lembaga strategis lintas sektor dan lintas kabupaten agar kesiapsiagaan ini menjadi budaya kolektif, bukan sekadar teori di buku pelajaran,” ujar Ridwan. Ia menekankan bahwa pasca-tsunami dan bencana banjir di Aceh, sinergi antarlembaga pendidikan menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko.
Ketua Panitia Pelaksana, Sulaiman, S.Pd., menambahkan bahwa kendur apam ini digelar sebagai wadah pelestarian kearifan lokal Aceh dan transfer pengetahuan kepada generasi penerus bangsa..”Tujuannya adalah penguatan dan pengembangan inovasi SANTANA di lingkungan internal sekolah, tetangga dan ke berbagai sekolah dan lembaga mitra strategis. Kami ingin inovasi Darun Nizham dapat berkembang dengan baik diadopsi dan diadaptasi oleh sekolah-sekolah rekanan, sehingga lahir ‘SANTANA-SANTANA’ baru di seluruh Aceh, dan Indonesia,” ungkapnya.
Momen syukur dan doa bersama dengan suasana haru menyelimuti acara. Koordinator Lapangan (Korlap) Farida, S. Pd. menyatakan Ia tak mampu membendung rasa kagum dan haru atas kerjasama luar biasa dari seluruh keluarga besar SMP Darun Nizham. Sejak dari rancangan, pelakasaan dan evaluasi penuh kesiapsiagaan dan keramahan luar biasa dari para siswa serta dewan guru dalam kepanitiaan yang solid..
“Ini adalah pengalaman yang spektakuler bagi saya jelang purna tugas pertengahan tahun 2026 . Kami tidak hanya sekedar kenduri apam, tetapi kami pulang dengan kepuasan melaksanakan kenduri mencari berkah membawa rasa keakraban saudara. Kami sangat mengapresiasi keguatan ini semoga dapat terlaksana di tahun-tahun berikutnya dengan kemitraan strategis ini,” tutur Farida penuh haru.
Puncak dari acara ini ditandai dengan makan dan doa bersama. Kerja sama ini mencakup komitmen bersama dalam persiapan pencegahan bencana, pertukaran modul pendidikan kebencanaan, pelatihan simulasi bersama, dan penguatan literasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah.
Urgensi Literasi Bencana bagi Sekolah Pesisir
Senada dengan itu, Salah seorang guru Selli Nuriputri, S. Pd. yang eksis mendokumentasikan setiap jengkal kegiatan menyatakan apresiasi yang menggebu-gebu terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kesadaran akan letak geografis Aceh yang berada di jalur rawan bencana alam membuat program SANTANA menjadi sangat urgen.
“Kita tinggal di daerah yang rawan. Gempa, banjir, dan tsunami adalah nyata di depan mata kita. Oleh karena itu, kegiatan kenduri apam dan doa bersama ini sangat vital. Kami sangat berharap ke depannya, dalam setiap kegiatan pelatihan kesiapsiagaan kebencanaan, terus menjalin kerjasama dengan berbaga pihak. Kami ingin guru dan siswa kami memiliki mentalitas yang sama tangguhnya di SMP Darun Nizham,” tegasnya dengan semangat.
Kegitan ini dikemas secara edukatif sekaligus menyenangkan. kenduri apam ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi mereka dalam mengembangkan kurikulum kebencanaan membuahkan hasil. Namun, pesan utama yang dibawa pulang oleh seluruh peserta adalah pesan kemanusiaan: bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. “Na ingat seulamat” Waspada, tenang dan peduli kunci keselamatan, tutup Ridwan
Dengan suksesnya acara ini, SMP Darun Nizham telah membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekolah yang pasrah “terendam lumpur banjir”, melainkan mercusuar inovasi yang siap memandu sekolah-sekolah lain menuju masa depan yang lebih aman dan tangguh. Kenduri apam ini memperkuat kemitraan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu melestarikan kearifan budaya lokal dan melahirkan generasi Aceh yang cerdas, tanggap, serta berani menghadapi tantangan alam di masa depan.