TEUNOM – Sebuah langkah revolusioner dalam dunia pendidikan dan kesehatan anak muda baru saja lahir di Kabupaten Aceh Jaya. SMP Darun Nizham mengumumkan kolaborasi strategis bersama UPTD Puskesmas Teunom dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Aceh Jaya. Melalui program Inovasi REHAT GESIT (Remaja Sehat Generasi Berprestasi dan Tangguh), mereka berkomitmen melakukan pembinaan dan skrining kesehatan menyeluruh demi mencetak generasi masa depan yang tangguh.
Kolaborasi ini menjadi sangat unik karena tidak hanya melibatkan institusi, tetapi juga menyatukan berbagai program inovasi unggulan lintas sektor yang saling memperkuat satu sama lain.
Sinergi Tim Khusus dan Integrasi Multi-Inovasi
Tim pengembang inovasi SMP Darun Nizham menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan REHAT GESIT. Guna memastikan program berjalan optimal, sekolah telah membentuk Tim Khusus (Timsus) yang solid. Timsus ini dipimpin oleh seorang Koordinator, dibantu oleh Operator, serta diperkuat oleh Tim Teknis yang terdiri dari 3 orang guru profesional dan 2 orang siswa pilihan yang memiliki keahlian di berbagai bidang inovasi.
Â
 Menariknya, Timsus SMP Darun Nizham kali ini ikut bersinergi dan terlibat langsung dalam mendukung dua inovasi unggulan milik UPTD Puskesmas Teunom, yaitu REHAT GESAIN dan PAKAI BATAS.
Di sisi lain, SMP Darun Nizham sendiri membawa dua inovasi kebanggaan mereka ke dalam forum kemitraan ini:
- PANGERAN DOCSAN (Pembinaan Generasi Sadar Kesehatan)
- SANTANA (Sekolah Aman Tangguh Bencana)
Kedua inovasi sekolah ini bersinergi penuh dengan program REHAT GESIT dan PAKAI BATAS milik Puskesmas Teunom. Integrasi ini menciptakan sebuah ekosistem pendidikan ramah anak yang tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesiapsiagaan mental dalam menghadapi bencana.
Memperkuat Kemitraan Strategis Lintas Sektor
Kerja sama antara SMP Darun Nizham dan UPTD Puskesmas Teunom sebenarnya telah lama dibangun. Namun, lewat momentum REHAT GESIT, kemitraan strategis ini direvisi dan diperkuat secara masif dengan menggandeng mitra baru yang sangat krusial, yaitu Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Aceh Jaya.

Fokus utama dari perluasan kemitraan strategis ini adalah pada aspek pendataan yang akurat serta pengembangan inovasi berkelanjutan, baik di lingkungan SMP Darun Nizham, Puskesmas Teunom, maupun sekolah-sekolah mitra lainnya di wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., MA., M.Pd., menyambut baik langkah besar ini dengan penuh harapan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi multi-pihak merupakan kunci utama untuk melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi siswa dan masyarakat luas.
“Kami sangat optimis. Melalui penguatan kemitraan bersama Puskesmas Teunom dan Bapperida Aceh Jaya, program-program inovasi di sekolah kami akan memiliki landasan riset yang kuat dan tata kelola data yang jauh lebih terstruktur,” ujar Ridwan.
Target Prestasi dan Misi Meraih HKI
Pertemuan koordinasi ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Tim Inovasi Puskesmas Teunom, Ibu Ida Hafni, SKM, beserta jajaran tim inovasi andalannya. Ibu Ida Hafni merupakan sosok di balik kesuksesan Puskesmas Teunom dalam meraih juara kedua terbaik kategori inovasi di ajang bergengsi Pena Jaya (Penganugerahan Peningkatan Inovasi Aceh Jaya). Kehadiran tim juara ini membawa suntikan energi dan motivasi besar bagi seluruh peserta yang hadir.
Dari diskusi yang berlangsung hangat tersebut, titik terang mengenai arah pengembangan inovasi kini menjadi semakin jelas. Semua pihak sepakat untuk lebih bersemangat melakukan persiapan internal serta menyusun berbagai “amunisi strategis”. Persiapan ini ditujukan untuk menghadapi Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang akan diberikan langsung oleh pengelola dan pembina inovasi dari Litbang Bapperida Aceh Jaya.

Pertemuan lintas sektor ini terbilang sangat unik, terutama ketika membahas rencana tindak lanjut (RTL). Komitmen yang terbangun bukan lagi sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah gerakan saling bantu (gotong royong inovasi). Target akhir yang disepakati bersama adalah membawa seluruh inovasi yang lahir dari kemitraan ini—baik dari pihak sekolah maupun puskesmas—untuk mendapatkan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Melalui Inovasi REHAT GESIT yang terintegrasi dengan PANGERAN DOCSAN, SANTANA, REHAT GESAIN, dan PAKAI BATAS, SMP Darun Nizham dan UPTD Puskesmas Teunom telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan karya berdampak luas. Kolaborasi ini menjadi inspirasi nyata bahwa kesehatan dan pendidikan harus berjalan beriringan demi melahirkan generasi emas Aceh Jaya yang sehat, berprestasi, dan tangguh.