Aceh Jaya – Sebuah gerakan pembaruan pendidikan berbasis karakter dan budaya lokal kini tengah bersiap menghentak Nusantara dari Bumi Serambi Mekkah. Dipimpin oleh Ridwan, S.Pd.I., MA., M.Pd., seorang kandidat doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry sekaligus kepala sekolah visioner, kepanitiaan inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya) telah merampungkan persiapan pengukuhan yang bersejarah. Langkah cepat, tepat, dan terkoordinir ini menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan modern dapat berjalan beriringan dengan pelestarian adat leluhur.
Sinergi Agung dan Gerak Cepat Sang Pemimpin
Keberhasilan koordinasi ini tidak lepas dari tangan dingin Ridwan selaku leader kepanitiaan. Usai menggelar rapat penting bersama Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara di Banda Aceh beberapa hari lalu, Ridwan langsung bergerak cepat mengonsolidasikan kekuatan internal sekolah. Ia membentuk 7 tim khusus yang diisi oleh guru-guru profesional, serta merangkul mitra strategis mulai dari tokoh pendidikan, budayawan, hingga cendikiawan terkemuka.
Rapat koordinasi evaluasi progres kali ini terasa sangat istimewa dan hangat. Bertepatan dengan acara syukuran Kepala Subbagian Tata Usaha (Subbag TU), Ibu Mahmiday, SH., pertemuan digelar di Resto KUBA Kuala Batee dengan hidangan legendaris mie Aceh Raja Udang. Suasana kebersamaan ini menjadi bahan bakar semangat bagi seluruh panitia yang terlibat.
TAMAT KITAB: Kolaborasi Alam dan Edukasi Generasi Milenial
Momentum rapat ini bagai gayung bersambut. Di saat bersamaan, sebagian tim guru baru saja kembali dari lapangan untuk menyempurnakan program pendukung bernama TAMAT KITAB (Tanaman Medika Terpadu Kita Tanam Bersama). Di bawah komando Ibu Fittri Suzanni, S.Pd.I., para siswa diajak menjelajah alam terbuka di sekitar lingkungan sekolah.
Dalam program kreatif ini, para siswa dibekali ilmu seputar TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Mereka memegang polybag yang dan menulis nama siswa, nama tanaman, bahasa Latin, bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta khasiat medisnya. Tak hanya teori, siswa diajak langsung berburu pupuk organik dan tanaman obat di alam bebas. Inovasi ini berhasil mengubah pembelajaran lingkungan menjadi petualangan yang seru, edukatif, dan penuh makna bagi generasi milenial.
Penyambutan Megah 5 Raja Aceh
Saat ini, persiapan teknis pengukuhan KALAM PRABU dinyatakan telah rampung sepenuhnya. Busana kepanitiaan yang dirancang khusus dengan ornamen adat yang megah telah dipamerkan dan siap dikenakan. Tak main-main, acara ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh 5 Raja Aceh.
Untuk menyambut para tamu agung, panitia telah menyiapkan kuliner khas Aceh yang kaya rasa. Menu otentik seperti ikan jurong yang langka, ikan gabus, ikan lele, hingga Sambal Aceh yang menggugah selera dipastikan akan memanjakan lidah para petinggi adat dan undangan yang hadir.
Apresiasi Tertinggi untuk Warisan Budaya
Ridwan, yang juga berbicara atas nama Wazir Katibul Muluk, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen panitia yang telah menunjukkan pengabdian tanpa batas demi melestarikan cita-cita adat dan budaya Nusantara.
Secara khusus, Kepala Sekolah menyampaikan rasa terima kasih tertinggi kepada DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah (Raja Negeri Daya & Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam) serta Ketua Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara, Dato’ Kiam Radja TG. Prof. DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D. Sinergi luar biasa ini tidak hanya melahirkan inovasi KALAM PRABU, tetapi juga berhasil menembus lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai legasi hukum yang kuat.
Melalui momentum emas ini, para Raja juga menitipkan himbauan mendalam kepada pemerintah daerah agar senantiasa berpegang teguh pada syariat, adat, reusam, dan budaya dalam membangun peradaban bangsa. Dari Aceh, KALAM PRABU siap menginspirasi sekolah-sekolah di seluruh penjuru Nusantara untuk kembali menengok akar budaya mereka.