ACEH JAYA – Suasana fajar di SMPS Darun Nizham, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, kini tak lagi sama. Setiap hari Jumat, riuh rendah obrolan pagi berganti menjadi untaian nada suci yang syahdu. Langkah kaki ratusan siswa bergegas rapi menuju halaman sekolah, membawa sejuta semangat untuk memulai hari dengan sebuah gerakan spiritual baru bertajuk “JUMPA SAHABAT” (Jum’at Pagi Shalawat, Yasinan, dan Tausiah).
Inovasi ini digagas langsung oleh Kepala Sekolah SMPS Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd. Sosok pemimpin muda progresif ini bukan sekadar manajer sekolah biasa; ia saat ini merupakan Kandidat Doktor Program Pendidikan Agama Islam di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Melalui bekal keilmuan akademis yang matang, Ridwan mendesain “JUMPA SAHABAT” sebagai laboratorium pembentukan karakter religius yang aplikatif bagi generasi zilenial di sekolah berbasis Islam tersebut.
Air Mata Haru Sang Kepala Sekolah
Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Ridwan tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Dengan mata berkaca-kaca, ia memandang deretan siswa yang duduk bersila dengan khusyuk membaca Surah Yasin dan melantunkan selawat nabi secara serempak.
“Jujur, saya sangat terharu sekaligus merinding melihat pemandangan ini. Inovasi ini awalnya adalah sebuah gagasan di atas kertas. Namun melihat antusiasme anak-anak yang hadir lebih pagi dengan kesadaran penuh, serta keikhlasan luar biasa dari para dewan guru untuk menyukseskan program ini, merupakan sebuah anugerah yang tak ternilai bagi saya,” ungkap Ridwan dengan nada bergetar.
Bagi Ridwan, sinergisitas yang ditunjukkan oleh dewan guru adalah kunci utama bergulirnya roda inovasi ini. Guru-guru tidak hanya bertindak sebagai pengawas, melainkan ikut duduk membaur bersama siswa, memberikan keteladanan nyata tentang bagaimana menghidupkan pagi dengan keberkahan.
Mengubah Wajah Jumat Pagi Menjadi Ladang Energi Positif
Program “JUMPA SAHABAT” dikemas secara unik agar tidak membosankan bagi para remaja. Kegiatan dimulai tepat setelah bel pagi berbunyi. Dipimpin oleh perwakilan siswa secara bergantian untuk melatih mental kepemimpinan (leadership), acara dibuka dengan gema selawat badar dan selawat thibbila qulub yang menyejukkan hati.
Setelah atmosfer spiritual terbangun, seluruh warga sekolah bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Surah Yasin. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan Tausiah singkat selama 15 menit. Menariknya, materi tausiah yang disampaikan tidak kaku, melainkan mengangkat isu-isu hangat remaja, seperti bahaya perundungan (bullying), pentingnya adab kepada orang tua, hingga cara bijak menggunakan media sosial menurut pandangan Islam.
“Kami ingin agama hadir sebagai sahabat mereka sehari-hari, bukan sebagai rangkaian aturan yang menakutkan. Sesuai dengan namanya, JUMPA SAHABAT juga bermakna menjumpai kebaikan bersama orang-orang tercinta di lingkungan sekolah,” tambah praktisi pendidikan yang aktif menempuh studi doktoral tersebut.
Dampak Nyata pada Karakter Siswa
Dampak positif dari inovasi ini mulai dirasakan nyata oleh lingkungan sekolah. Kasus indisipliner siswa menurun drastis, suasana belajar mengajar menjadi lebih tenang, dan terbangun ikatan emosional yang erat antara guru dan murid. Inovasi “JUMPA SAHABAT” membuktikan bahwa pendekatan berbasis spiritual yang dikelola secara konsisten mampu menyentuh relung hati terdalam para siswa.
Langkah inovatif dari SMPS Darun Nizham di bawah komando Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., menginspirasi banyak pihak di Aceh Jaya. Melalui perpaduan antara visi akademis tingkat doktor dan dedikasi tanpa batas di lapangan, sekolah ini sukses membuktikan bahwa dari sudut wilayah Teunom, karakter masa depan bangsa sedang dibentuk menjadi lebih beradab, berilmu, dan berakhlakul karimah.