September 11, 2026

Sultan Siak XIII Wafat: Raja Negeri Daya dan Lembaga Dzurriyat Kenang Sosok Pejuang Hak Adat

0
WhatsApp Image 2026-08-28 at 23.14.01

Jejak Kesederhanaan dan Perjuangan Gigih Sultan Siak XIII yang Merakyat. Di tengah heningnya pagi Pekanbaru pada Kamis, 27 Agustus 2026, kabar duka menyelimuti keluarga kerajaan se-Nusantara. KDYMM Paduka Sri Sultan Assayidis Syarif Nazir Abdul Jalil Syaifuddin (Sultan Siak Sri Inderapura XIII) berpulang ke Rahmatullah sekitar pukul 08.00 WIB. Tak ada kemewahan atau seremonial megah yang mengiringi detik-detik terakhirnya; sosok pemimpin adat ini berpulang saat tengah menjalankan aktivitas sederhananya: berolahraga pagi jogging.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam sekaligus kekaguman atas rekam jejak hidupnya yang sarat inspirasi dan nilai-nilai perjuangan.

Sederhana dalam Ekonomi, Raksasa dalam Perjuangan

Lahir dari garis keturunan mulia—putera Tengku Zainur Rasyid hingga bersambung ke Sultan Syarif Kasim I—Sultan Siak XIII dikenal sebagai pribadi yang amat bersahaja. Sejak ditabalkan pada 14 Mei 2022 (13 Syawal 1443 H), beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengembalikan marwah serta mengawal hak-hak adat Kesultanan Siak Sri Inderapura.

Ketua Umum Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara, YAM. Dato’ Kiam Radja TG.Prof.DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D, mengenang almarhum sebagai sosok pejuang pantang menyerah. Di balik gelar kebesarannya, almarhum berjuang memikul amanah adat meski dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan. Beliau tak segan berkonsultasi, berdiskusi, dan merangkul berbagai pihak demi tegaknya kehormatan tradisi.

Pendekar Hak Ulayat dan Kebudayaan Nusantara

Penghormatan tinggi juga datang dari Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam sekaligus Raja Kerajaan Negeri Daya, KDYMM Paduka Sri Baginda Sultan Syaifullah Alaiddin Riayat Syah. Beliau menegaskan bahwa Nusantara kehilangan sosok pejuang tangguh yang konsisten membela tanah ulayat dan hak komunal masyarakat adat.

Semasa hidupnya, Sultan Siak XIII aktif mempererat silaturahmi antar-kerajaan di Nusantara, termasuk menghadiri Kirab Budaya dan Sarasehan Diraja Nusantara di Blitar pada 2025 lalu. Kehadirannya selalu membawa keteladanan tentang bagaimana seorang pemimpin mampu menjaga martabat serta memperjuangkan hak rakyatnya dengan ketulusan hati.

Kini, sang pejuang bersahaja telah menyelesaikan tugasnya di dunia. Doa terbaik mengiringi kepergian almarhum agar melapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya, serta diampuni seluruh khilafnya. Semangat dan keteladanan Sultan Siak XIII akan terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *