Aceh Jaya — Suasana haru dan semangat membara mewarnai ajang lomba inovasi pendidikan antar sekolah mitra SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri) yang digelar di Aceh Jaya. Lomba yang diinisiasi oleh Kepala Sekolah SMP Swasta Darun Nizham, Ridwan, S.Pd. I., MA, M.Pd. , yang juga kandidat doktor pendidikan, sukses menarik perhatian publik pendidikan di Aceh Barat dan Aceh Jaya.
Dengan semangat pantang menyerah dan wajah berseri, Ridwan mengungkapkan rasa harunya melihat antusiasme peserta.
“Saya sangat terharu dan bangga. Lomba ini bukan sekedar ajang kompetisi, tapi wadah untuk menumbuhkan semangat inovasi dan karakter Islami dalam dunia pendidikan kita,” ujarnya dengan mata berbinar.
Ketua Panitia, Sulaiman, S.Pd. , juga menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Lomba ini luar biasa! Anak-anak dan para guru tampil dengan kreativitas tinggi. Ini benar-benar menginspirasi dan membuka mata kita bahwa pendidikan Islam bisa maju dengan cara yang modern dan bermakna,” ungkapnya penuh semangat.
Dari puluhan sekolah yang mengikuti tahap awal, akhirnya enam sekolah terbaik berhasil menembus babak final dan akan memperebutkan gelar juara utama:
SDN 4 Teunom, TPA Darul Istiqamah, MIS Tuwie Kareng, MIN 5 Aceh Jaya, SDN 3 Pasie Raya, MIN 12 Aceh Jaya
Para peserta lomba menampilkan berbagai inovasi menarik, mulai dari proyek pembelajaran berbasis industri kreatif hingga model integrasi nilai keislaman dalam praktik pendidikan modern. Acara ini menjadi momentum penting bagi sekolah mitra SIRAMBI untuk meneguhkan komitmen mereka dalam membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah Islam mampu melahirkan siswa yang sekaligus produktif dan inovatif,” tambah Ridwan dengan senyum penuh keyakinan.
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang adu ide, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sekolah dan daerah. Para guru pendamping menilai kegiatan tersebut sebagai inspirasi nyata dalam membangun budaya belajar yang kreatif dan berdaya saing tinggi di Aceh.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat untuk terus berinovasi, ajang ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas Aceh — generasi yang berpikir maju tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
— Redaksi Angkasanew