Aceh Jaya, 04 November 2025 – Jauh dari hiruk pikuk kota besar, sebuah perayaan maulid yang unik dan menginspirasi tengah berlangsung persiapan yang matang di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Di tengah hamparan sawah hijau dan pepohonan rindang, siswa SMP Darun Nizham, sekolah Islam berbasis industri mempersiapkan panitia pelaksanan lomba yang solit dan Tangguh. Lomba yang digelar tidak tanggung-tanggung terdiri dari 16 sekolah mitra stategis Aceh Jaya dan Aceh Barat. Lomba Cerdas Tangkas Cermat dan Familiar CTCF dan Tahfiz berbasis digital mutakhir jenjang SD, MI dan TPA Mitra di gelar yang ke 3 kalinya setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya. Dua tahun berturut TPA Darul Iztiqamah Gampong Baroe Teunom memboyong piala juara pertama lomba CTCF. Tahun ini kembali melaju sebagai juara pertama, disusul oleh SD Negeri 4 Teunom pada posisi ke dua dan MIS Tuwi Kareeng Pasie Raya di posisi ke tiga. Sementara itu di posisi harapan 1 SD Negeri 3 Pasie Raya, disusul MIN 5 Aceh Jaya di posisi harapan 2 dan MIN 12 Aceh Jaya di posisi harapan 3.
Kepala SMP Darun Nizham Ridwan, S. Pd. I., MA., M. Pd. dikenal dengan komitmennya pada pendidikan karakter dan pelestarian budaya, menyelenggarakan perlombaan yang akan berlangsung mulai Rabu, 22 Oktober 2025 samapi 03 November 2025 hari final. ini bukan hanya semarakkan peringatan maulid, tetapi juga menjadi sebuah deklarasi nyata pelestarian warisan budaya Aceh yang religius bagi generas

i muda. Acara resepsi dijadwalkan Kamis, 06 November 2025 mendatang. Dilengkapi dengan kegiatan pengukuhan Inovasi SIRAMBI, penandatangan MoU dan Prasasti oleh Bupati Aceh Jaya Safwandi, S. Sos. Dalam kegiatan ini juga diselengarakan pengangerahan 27 tokoh inspiratif lintas sektor dari berbagai kalangan, katagori dan jenjang. Mulai dari Anggota DPRA, insan pers sampai dengan guru purnatugas.
Sulaiman, ketua panitia pelaksana, menjelaskan alasan di balik pemilihan perlombaan ini. “Kami ingin lebih dari sekadar lomba antar sekolah,” ujarnya dengan semangat. “Perlombaan ini dipilih bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi sebagai upaya nyata pelestarian budaya riligius bagi generasi muda. Di era digital yang serba instan, perlombaan syarhil dan tahfiz ini sering terpinggirkan. Padahal, di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti religus yang kental, sportivitas, kerja sama, dan keuletan yang perlu dijaga dan diwariskan.”
Para siswa pun terlihat antusias mengik
uti setiap cabang lomba. Mereka tak hanya berlomba untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk merasakan sensasi berlomba secara langsung, antar sekolah dalam dua kabupaten, berinteraksi dalam lomba berbasi digital, dan menikmati keceriaan perlomban yang mungkin hanya pernah mereka lihat di video. Salah satu penitia yang mencuri perhatian adalah Nana Maulidia dan Rahmi Liana. Dengan semangat membara, ia menjadi operator panitia yang ikut turun langsung ke lapangan, ke sekolah-sekolah mitar dan bahakan ikut bergabung saat presentasi inovasi SIRAMBI di Penajaya. Bangga dengan pola pembinaan generasi yang dilibatkan langsung bersosialisasi dengan lingkungan nyata dlam berbagai bidang. “Saya bangga anak-anak Aceh Jaya dididik kepemimpinan dari dini dan mencintai daerahnya setulus hati, belajar dan berkarya, peduli dan empati terhadap kepentingan orang banyak”.
Suasana haru dan semangat membara mewarnai ajang lomba inovasi pendidikan antar sekolah mitra SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri) yang digelar di Aceh Jaya. Lomba yang diinisiasi oleh Kepala Sekolah SMP Swasta Darun Nizham, Ridwan, S.Pd. I., MA, M.Pd. , yang juga kandidat doktor pendidikan, sukses menarik perhatian publik pendidikan di Aceh Barat dan Aceh Jaya.
Dengan semangat pantang menyerah dan wajah
berseri, Ridwan mengungkapkan rasa harunya melihat antusiasme peserta. “Saya sangat terharu dan bangga. Lomba ini bukan sekedar ajang kompetisi, tapi wadah untuk menumbuhkan semangat inovasi dan karakter Islami dalam dunia pendidikan kita,” ujarnya dengan mata berbinar.
Ketua Panitia, Sulaiman, S.Pd. juga menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Lomba ini luar biasa! Anak-anak dan para guru tampil dengan kreativitas tinggi. Ini benar-benar menginspirasi dan membuka mata kita bahwa pendidikan Islam bisa maju dengan cara yang modern dan bermakna,” u

ngkapnya penuh semangat.
Para peserta lomba menampilkan berbagai inovasi menarik, mulai dari proyek pembelajaran berbasis industri kreatif hingga model integrasi nilai keislaman dalam praktik pendidikan modern. Acara ini menjadi momentum penting bagi sekolah mitra SIRAMBI untuk meneguhkan komitmen mereka dalam membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah Islam mampu melahirkan siswa yang sekaligus produktif dan inovatif,” tambah Ridwan dengan senyum penuh keyakinan.
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang adu ide, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sekolah dan daerah. Para guru pendamping menilai kegiatan tersebut sebagai inspirasi nyata dalam membangun budaya belajar yang kreatif dan berdaya saing tinggi di Aceh.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat untuk terus berinovasi, ajang ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas Aceh — generasi yang berpikir maju tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
— Redaksi angkasanew.com