ACEH JAYA – Hari ini, sejarah baru terukir di Kabupaten Aceh Jaya, dan episentrumnya bukan di pusat pemerintahan yang megah, melainkan di sebuah sekolah dayah sederhana di Desa Tanoh Anoe Teunom. Dalam sebuah kisah yang terdengar seperti dongeng inspiratif, SMPS Darun Nizham kembali membuat publik terhenyak.
Untuk tahun kedua berturut-turut, sekolah yang berakar kuat pada tradisi keislaman ini menyabet gelar Juara I Sekolah Terbaik Inovasi dalam ajang bergengsi Penganugerahan Penghargaan Inovasi Aceh Jaya (PENAJAYA) Tahun 2025. Sebuah pencapaian fenomenal yang membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi prestasi gemilang.
Kemenangan ini bukan sekadar piala atau piagam. Ini adalah pernyataan tegas bahwa ekosistem pendidikan yang dinamis, proaktif, dan visioner dapat mengungguli fasilitas mewah sekolah kota. Di podium PENAJAYA 2025, Darun Nizham berdiri tegak, tampil sebagi juara pertama mengunguli SMP Unggul yang harus puas di posisi kedua, SMPN 1 Krueng Sabee di posisi ketiga, dan SMPN 2 Setia Bakti di Juara Harapan I mengakui keunggulan mereka.
Metamorfosis Inovasi Dari “Dokter Santri” ke “Sekolah Berbasis Industri”. Gebrakan Darun Nizham dimulai tahun lalu dengan inovasi “Pangeran Docsan” (Pembinaan Generasi Sadar Kesehatan Dokter Santri), sebuah program yang berhasil memberdayakan santri sebagai agen kesehatan primer. Keberhasilan itu menjadi pemantik, dan tahun ini, mereka hadir dengan gagasan yang lebih ambisius dan terstruktur, SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri).
SIRAMBI dirancang sebagai jembatan cerdas yang menghubungkan pendidikan sekolah dayah yang kental nuansa religius dengan kebutuhan nyata dunia industri dan ekonomi kreatif. Inovasi ini adalah bukti nyata kepemimpinan visioner dari Ridwan, S.Pd.I., MA., M.Pd., Kepala Sekolah sekaligus inisiator program, yang saat ini tengah mengejar gelar doktornya.
“SIRAMBI adalah manifestasi dari visi kami untuk mencetak santri yang tidak hanya kokoh akidahnya, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan siap berkontribusi pada pembangunan daerah,” ungkap Ridwan, yang suaranya terdengar haru melalui sambungan telepon, setelah penyerahan hadiah yang diwakilkan kepada Ketua Panitia Inovasi, Bapak Sulaiman, S.Pd.
Ridwan menekankan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras kolektif selama tiga tahun terakhir. “Kami tidak bekerja sendiri. Kemenangan ini adalah buah dari kemitraan strategis dengan 23 lembaga lintas sektor yang telah menjadi tulang punggung kami,” tambahnya, menyoroti betapa pentingnya kolaborasi dalam ekosistem pendidikan modern.
Trio Bidang Inovatif Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Juru Kunci Sukses. Keberhasilan fenomenal SIRAMBI tidak terlepas dari sinergi tiga pilar utama bidang pemerintahan daerah. Ridwan menyebutkan nama Ibu Linda Desianti, S.KM., Kasie Industri Diskoperindag Aceh Jaya, sebagai “juru kunci” kesuksesan sekolah tersebut. “Ibu Linda adalah sosok di balik layar yang luar biasa. Berkat bimbingan beliau dari Diskoperindag, sekolah kami berhasil mencapai sertifikat 114 produk halal, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi unit usaha siswa, guru, dan tetangga sekolah, dan berbagai pelatihan industri bagi guru-guru kami,” papar Ridwan, menekankan betapa pentingnya dukungan teknis dari sektor industri.
Sinergi ini diperkuat oleh kontribusi dari dua bidang lainnya: Ibu Kabid Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Ibu Kabid Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Baperida (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). “Dengan sinergi trio bidang ini—Industri, Parekraf, dan Litbang—kami berhasil mencapai tahap pendaftaran merek industri dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk SIRAMBI. Ini adalah langkah maju yang monumental bagi sebuah sekolah desa, jauh dari pusat kota Aceh Jaya,” jelas Ridwan penuh semangat.
Kerja keras selama tiga tahun membangun kemitraan ini diperkuat dengan launching dan pengukuhan inovasi yang dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.AP., memberikan legitimasi dan dorongan moral yang luar biasa bagi seluruh komunitas dayah.
Kekuatan Media Massa Mitra Strategis yang Tak Ternilai Harganya. Dalam membangun narasi positif dan menyebarkan inspirasi, SMPS Darun Nizham menemukan mitra tak terduga dalam rekan-rekan media massa lokal. Ridwan secara khusus menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TagAceh.com, Habakini.com, dan Nanggreonew.com.
“Meskipun kami telah memberikan penghargaan, rasanya belum cukup jika melihat sumbangsih mereka,” kata Ridwan. “Bayangkan, ada 54 postingan berita tentang kegiatan SIRAMBI sekolah kami di tahun 2025 saja. Kalau dirupiahkan, nilai eksposurnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ini adalah kontribusi yang tak ternilai dari rekan media yang didorong oleh keinginan luhur untuk memajukan pendidikan di Aceh Jaya.”
Pesan Membara dari Pelosok Negeri Juara Tidak Harus dari Kota. Ketua Panitia Inovasi Bapak Sulaiman, S.Pd., yang menerima hadiah mewakili kepala sekolah, mengaku ikut terharu dengan pencapaian ini. Ia berterima kasih kepada semua pihak mitra dan para panitia internal yang telah bekerja keras mempersiapkan dan melaksanakan inovasi ini.
“Semoga ini menjadi amal jariah dan inspirasi untuk sekolah lain, terutama yang berada di daerah,” ujar Sulaiman. “Pesan kami jelas untuk menjadi juara tidak harus berada di pusat kota. Yang terpenting adalah terus menerus berproses, berproses dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, dan insya Allah hasilnya akan datang.”
Kisah sukses SMPS Darun Nizham adalah pengingat kuat bahwa inovasi sejati lahir dari kebutuhan, kolaborasi, dan ketekunan. Mereka telah mengubah tantangan geografis menjadi keunggulan strategis, membuktikan bahwa potensi terbaik sering kali ditemukan di tempat yang paling tidak terduga, siap menginspirasi Indonesia.
-Redaksi angkasanew.com