ACEH JAYA – Suasana di aula pelatihan ekspor impor Aceh Jaya mendadak tegang, penuh decak kagum, dan diselimuti semangat membara yang belum pernah terjadi sebelumnya (20-11-2025). Bukan karena ada pengumuman mendadak, melainkan karena “persidangan” mini merek produk lokal yang dilakukan secara langsung dan real-time oleh narasumber Kemenkumham Aceh. Acara pelatihan HKI yang tadinya terkesan formal, berubah menjadi drama inspiratif yang membuka mata puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang tergabung dalam “SIRAJA” Produk Aceh (Solidaritas Industri Rakyat Aceh Jaya).
Bongkar PDKI di tempat yang mengguncang peserta, Bapak Abdi dari Kanwil Kemenkumham Aceh, sang pemateri dadakan, datang dengan gaya yang sangat elegan namun membumi dalam peserta. Beliau menolak metode ceramah biasa. “Hidup di zaman digital ini kita harus melek data,” ujarnya sambil meminta proyektor diarahkan ke layar Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham.
Apa yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan. Satu per satu, nama merek produk IKM lokal diminta untuk disebutkan. Klik! Bapak Abdi langsung memasukkan nama tersebut ke database rahasia negara itu.
“Merek ‘Kopi…’. Oh, maaf Bapak/Ibu, sudah ada yang pakai!” ujar Bapak Abdi, membuat pemilik merek tersebut tersentak kaget.
“Merek ‘Keripik Renyah Aceh’… Masih aman! Segera daftarkan!” serunya lagi, disambut sorakan lega.
Sesi “bongkar-bongkar” PDKI ini menjadi momen paling heboh dan transformatif. Puluhan IKM yang tadinya cuek soal legalitas, kini sadar betul bahwa perlindungan HKI bukan sekadar administrasi, tapi benteng pertahanan bisnis di era pasar global. Pendekatan langsung praktik ini sukses menghilangkan ketakutan IKM akan birokrasi yang rumit.
SIRAJA menyambut momentum emas kebangkitan pelatihan ekspor impor kali ini cukup hangat dengan gebrakan luar biasa. Mereka melihat ini bukan hanya pelatihan, tapi momentum emas kebangkitan ekonomi lokal.
“Ini bukan cuma soal kertas dan stempel, ini soal martabat produk lokal kita!” ungkap Hendra salah satu pengurus SIRAJA penuh semangat. “Kami siap naik kelas, dilindungi hukum, dan bersaing di pasar yang lebih luas.”
Suasana optimis ini diperkuat oleh kisah Ridwan, inisiator Inovasi SIRAMBI, yang sudah mengantongi HKI dan berencana mendaftarkan Merek “Rasi Raja Sinergi”. Target ambisiusnya? Mendaftarkan Hak Komunal untuk melindungi warisan khas Aceh Jaya secara kolektif. “Ini bentuk perlindungan total!” tegas Ridwan, menjadi inspirasi hidup bagi peserta lain.
Target mengejutkan siap ekspor 2026! Linda Desianti, perwakilan panitia penyelenggara dari Diskoperindag Aceh Jaya, menutup acara dengan sebuah target ambisius yang membuat peserta semakin termotivasi.
“Administrasi lengkap adalah tiket masuk utama ke pasar ekspor. Target kami jelas: IKM Aceh Jaya yang memiliki administrasi lengkap, bersiap untuk ekspor di tahun 2026!” serunya, disambut tepuk tangan meriah.
Pelatihan yang heboh dan inspiratif ini telah menyalakan api semangat baru. Dengan bekal ilmu HKI dari Kemenkumham dan tekad baja SIRAJA, produk lokal Aceh Jaya kini tidak hanya siap bersaing, tetapi siap mengguncang pasar dunia dengan perlindungan hukum yang kokoh. Aceh Jaya kini sedang bersiap menuju era baru kemandirian ekonomi!
-Ridwan dan Redaksi angkasanew.com