ACEH JAYA – Semangat UMKM di Aceh Jaya untuk menembus pasar global mendapatkan angin segar melalui sebuah kegiatan sosialisasi ekspor-impor yang luar biasa inspiratif. Diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Aceh Jaya, acara ini menghadirkan narasumber utama Dr. Mahlinda, S.T., M.T., seorang pakar dari Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh, yang pemaparannya dinilai elegan dan sangat aplikatif.
Kegiatan ini menyoroti peran krusial BSPJI Banda Aceh dalam memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memenuhi standar mutu dan persyaratan administrasi perdagangan internasional. Pemaparan elegan penuh pengalaman Dr. Mahlinda memukau peserta dengan penyampaian materi yang tidak hanya menyentuh tataran teori, namun juga sarat pengalaman praktis. Beliau menguraikan secara gamblang dan terstruktur seluruh proses ekspor-impor, mulai dari penyiapan dokumen, perizinan produk di lembaga terkait, hingga seluk-beluk administrasi kepabeanan.
“Pentingnya standarisasi bukan hanya soal label, tapi kunci pembuka pasar dunia,” tegas Dr. Mahlinda di hadapan peserta. Beliau bahkan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pelayanan ekspor bagi IKM Aceh Jaya, mulai dari skala terkecil 50 kilogram hingga pengiriman massal menggunakan kontainer. Komitmen ini memberikan keyakinan baru bagi para pelaku usaha bahwa ekspor bukan lagi mimpi di awang-awang.
Testimoni peserta yang mencuri perhatian Ridwan, S. Pd. I., M. A., M. Pd., inisiator inovasi SIRAMBI Sekolah Islam Berbasis Industri, luar biasa antusias. Sangat terasa, salah satunya diungkapkan “Ia mengaku terinspirasi oleh pendekatan Dr. Mahlinda. “Fasilitator kali ini luar biasa menginspirasi. Beliau tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki pengalaman ekspor impor yang mumpuni. Kami jadi lebih percaya diri,” ujar Ridwan.
Sambutan hangat juga datang dari Muhammad Ali, mantan Anggota DPRK Aceh Jaya periode 2019-2024 yang turut hadir sebagai peserta. Ia menyambut positif kegiatan semacam ini, menekankan bahwa inisiatif ini sangat bermanfaat untuk pengembangan IKM di Aceh Jaya dan harus terus berlanjut.
Optimisme membangun kualitas global mewakili panitia penyelenggara dari Diskoperindag Aceh Jaya, Desi Risma Linda, S.KM., mengungkapkan optimismenya. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi seluruh peserta IKM Aceh Jaya untuk segera mempersiapkan tiga aspek fundamental produk mereka: kualitas (mutu), kuantitas (kapasitas produksi), dan kontinuitas (konsistensi pasokan).
“Kami optimis IKM Aceh Jaya mampu bersaing. Melalui sinergi dengan BSPJI dan dukungan penuh pemerintah daerah, kita akan antarkan produk-produk lokal ke pentas global,” pungkas Linda.
Kegiatan ini menandai langkah konkret Aceh Jaya dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui sektor industri, menunjukkan bahwa potensi lokal siap menggebrak batas global dengan pendampingan yang tepat dari lembaga-lembaga strategis seperti BSPJI Banda Aceh.
-Ridwan dan Redaksi angkasanew.com