Aceh Jaya | angkasanew.com — Inovasi dan semangat baru kembali mengalir di dunia pendidikan Aceh Jaya. Sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan SMK — berkesempatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Digital yang digelar oleh Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh (07-11-2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu, 5 November hingga 8 November 2025 ini diselenggarakan di Aceh Jaya dan menghadirkan tenaga ahli khusus di bidang perpustakaan digital sebagai pemandu. Para guru dibimbing secara langsung dalam pengelolaan perpustakaan modern yang berbasis teknologi digital, lengkap dengan praktik instalasi aplikasi perpustakaan pada perangkat mereka masing-masing.
Ketua tim pemandu, Arkin, mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat peserta. “Antusiasme para guru PAI luar biasa. Dari hari pertama sampai akhir kegiatan, semangat mereka tidak surut sedikit pun. Hari gini kalau tidak menguasai sistem digital, khususnya dalam pengelolaan perpustakaan, tentu akan sulit menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujarnya penuh semangat.
Transformasi digital perpustakaan di sekolah selaraskan melalui bimtek ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi memberikan pengalaman praktik nyata. Setiap peserta diajarkan cara mengelola perpustakaan secara profesional, mulai dari pembuatan katalog buku, pemberian barcode, pembuatan kartu anggota, hingga sistem sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku berbasis digital.
Salah satu peserta, Dedi Saputra, S.Pd.I, guru dari SD Negeri 7 Pasie Raya, m
engaku mendapatkan pengalaman berharga. “Para pelatih sangat bersemangat dari hari pertama hingga selesai. Kami diajak langsung untuk mencoba, bukan hanya mendengar teori. Ilmu yang kami peroleh benar-benar membuka wawasan baru dalam pengelolaan perpustakaan,” ungkap Dedi.
Bagi Dedi, pengalaman tersebut menjadi inspirasi tersendiri dalam mengelola perpustakaan sekolah di tempatnya mengajar. Ia berencana menerapkan sistem digital untuk memudahkan siswa dan guru dalam mengakses bahan bacaan secara cepat dan teratur.
Hal senada disampaikan oleh Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., salah satu peserta sekaligus penggerak inovasi pendidikan SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri) di Aceh Jaya. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan arah pengembangan pendidikan masa kini yang menuntut integrasi antara nilai keislaman, literasi, dan teknologi.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Pengelolaan perpustakaan diajarkan

secara tuntas, mulai dari metode manual sampai digital. Dengan aplikasi modern ini, petugas nantinya dapat membuat katalog, barcode, kartu anggota, hingga mengoperasikan sirkulasi dengan lebih mudah,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya berencana membuka layanan perpustakaan digital di sekolah berbasis industri yang sedang dikembangkannya. “Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi kami dalam membangun sistem literasi sekolah yang maju dan terintegrasi. SIRAMBI harus menjadi pelopor sekolah Islam modern yang mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi,” tegasnya.
Sementara itu, Umran, S.Ag., selaku Pengawas PAI Kabupaten Aceh Jaya, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan profesionalisme guru PAI di wilayah binaannya.
“Kami memberikan dukungan penuh untuk kegiatan seperti ini. Selain menunjang kinerja dan kreativitas guru, hasil dari pelatihan ini juga dapat diakui sebagai bagian dari jam tambahan dalam sertifikasi guru,” jelas Umran.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan agar seluruh guru PAI di Aceh Jaya memiliki kemampuan setara dalam mengelola perpustakaan digital, sehingga bisa memberikan pelayanan pendidikan yang lebih prima kepada siswa.
Sebagai koordinator kegiatan, Nurul Husna, S.Pd.I., mengungkapkan rasa haru dan bangganya terhadap kerja sama yang terjalin antara panitia, pemateri, dan peserta. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dengan penuh semangat. Para pemateri dari Fakultas Adab luar biasa dalam membimbing peserta. Semua peserta juga sangat disiplin dan aktif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasie Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya, Syarifah Badriah, S.Hi., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas suksesnya pelaksanaan kegiatan. “Kami sangat bangga melihat semangat para guru PAI yang datang tepat waktu, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir tanpa absen. Ini menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam di Aceh Jaya,” ungkapnya.
Menurutnya, penguasaan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di era modern. Guru PAI dituntut tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi informasi yang berkembang pesat. “Kita ingin guru-guru PAI menjadi figur teladan yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi perubahan zaman,” tegas Syarifah.
Kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penting membangun generasi literat dan berdaya saing. Bagi para guru untuk memperkuat literasi digital di sekolah. Dengan dukungan penuh dari Fakultas Adab UIN Ar-Raniry dan Kementerian Agama Aceh Jaya, diharapkan lahir budaya baca yang kuat dan sistem perpustakaan sekolah yang modern.
Melalui pelatihan ini, para guru PAI tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya literasi dalam membentuk karakter religius dan cerdas di kalangan peserta didik.
Bimtek perpustakaan digital ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi Aceh Jaya yang melek teknologi, gemar membaca, dan berdaya saing tinggi di era industri digital.