Aceh Jaya — Tanggal 24 Oktober menjadi momen istimewa bagi pelaku industri kreatif di seluruh Indonesia. Hari itu diperingati sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) , sebuah perayaan untuk menghormati semangat inovasi dan kontribusi para pelaku ekonomi kreatif terhadap kemajuan ekonomi bangsa. Namun, tahun ini peringatan tersebut terasa lebih spesial di lingkungan pendidikan, khususnya bagi SMP Swasta Darun Nizham yang berhasil meraih sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi pendidikan bertajuk SIRAMBI – Sekolah Islam Berbasis Industri .
Penetapan Hekrafnas sendiri menjadi simbol pengakuan atas peran strategis ekonomi kreatif dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Pemerintah mendorong generasi muda untuk terus berinovasi di berbagai sektor seperti kuliner, fesyen, desain, musik, film, hingga pendidikan berbasis teknologi. Melalui kolaborasi lintas sektor, Indonesia diharapkan mampu menciptakan ekosistem kreatif yang berdaya saing global dan tetap melekat pada identitas budaya bangsa.
Di tengah semangat nasional tersebut, Darun Nizham menorehkan prestasi dengan menerima sertifikat HKI untuk program inovatifnya, SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri) . Program ini merupakan model pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan keterampilan industri modern. Melalui SIRAMBI, sekolah berupaya mewujudkan generasi muda yang religius, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Kepala Sekolah Darun Nizham menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan tersebut. “Penerimaan sertifikat HKI ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam dunia pendidikan tidak kalah penting dibandingkan sektor industri lainnya. Kami berharap SIRAMBI dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif dan visioner,” ujarnya.
Sertifikat HKI yang diterima Darun Nizham menegaskan bahwa ide dan sistem pembelajaran yang dikembangkan memiliki nilai kebaruan dan orisinalitas tinggi. Inovasi SIRAMBI dinilai mampu menghubungkan pendidikan Islam dengan praktik kewirausahaan serta dunia industri, sebuah langkah progresif di tengah tantangan transformasi pendidikan nasional.
Momentum peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional ini semakin bermakna dengan hadirnya institusi pendidikan seperti Darun Nizham yang berperan aktif dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis pengetahuan. Kreativitas tidak lagi hanya dimiliki oleh pelaku bisnis atau seniman, melainkan juga bagian penting dari strategi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan prestasi tersebut, Darun Nizham membuktikan bahwa dunia pendidikan mampu menjadi motor penggerak inovasi. Melalui kolaborasi, kreativitas, dan semangat berkarya, sekolah ini menanamkan nilai sehingga menciptakan karya bukan hanya soal ide, tetapi juga keberanian untuk mewujudkannya.
Hari Ekonomi Kreatif Nasional pun menjadi pengingat bagi semua pihak — bahwa kekayaan terbesar bangsa ini bukan hanya sumber daya alam, melainkan juga daya cipta dan semangat berinovasi yang hidup di setiap generasi muda Indonesia.