CALANG, ACEH JAYA — Di tengah upaya pemulihan pasca bencana banjir dahsyat yang melanda sebagian wilayah Aceh, secercah harapan dan inspirasi muncul dari Kabupaten Aceh Jaya. SMP Swasta Darun Nizham, sebuah institusi pendidikan Islam yang berdedikasi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam ajang Penganugerahan Peningkatan Inovasi Aceh Jaya (Penajaya) tahun 2025. Kemenangan ini, yang diraih melalui inovasi bertajuk “SIRAMBI” (Sekolah Islam Berbasis Industri), menjadi simbol ketangguhan dan semangat pantang menyerah komunitas pendidikan Aceh dalam menghadapi cobaan alam, sekaligus menegaskan komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan pendidikan di daerah.
Kabar kemenangan ini disambut dengan penuh rasa haru dan syukur oleh seluruh civitas akademika SMP Darun Nizham, terutama sang kepala sekolah, Ridwan, S.Pd.I., MA., M.Pd. Bagi Ridwan, penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam, melainkan bukti nyata dari dedikasi tanpa lelah para guru, staf, dan siswa yang bahu-membahu bangkit dari keterpurukan akibat banjir.
Inovasi SIRAMBI Menjawab Tantangan Zaman, yang dikukuhkan oleh Bupati Aceh Jaya sebelumnya pada bulan November, adalah sebuah gagasan revolusioner di bidang pendidikan Aceh Jaya. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai Islami yang kuat dengan keterampilan industri yang relevan dengan tuntutan zaman, mempersiapkan siswa untuk masa depan yang lebih baik, tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara praktis. Melalui SIRAMBI, siswa diajarkan berbagai keterampilan berbasis industri, menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dan kebutuhan dunia kerja.
“Program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman, memastikan lulusan kami siap secara mental, spiritual, dan keterampilan. Kami ingin mencetak generasi muda Aceh yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujar Ridwan, penuh semangat.
Semangat di Tengah Duka Pasca Banjir, Beberapa waktu lalu musibah banjir besar melanda beberapa kecamatan di Aceh, termasuk wilayah tempat SMP Darun Nizham berada. Dampak bencana ini sangat terasa, mengganggu aktivitas harian dan meninggalkan trauma bagi banyak warga, termasuk para siswa dan guru. Ruang kelas terendam, fasilitas rusak, dan proses belajar mengajar sempat terhenti. Namun, di balik awan kelabu bencana, semangat juang komunitas sekolah ini tetap menyala.
“Pasca banjir, kami tidak hanya fokus pada pembersihan fisik sekolah. Kami juga bersemangat meningkatkan inovasi dan pelayanan publik, dimulai dari lingkungan sekolah kami sendiri,” ungkap Ridwan. Semangat ini yang mendorong mereka berkomitmen berinovasi di ajang Penajaya, sebuah platform yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk mendorong kreativitas dan terobosan baru dalam pelayanan publik dari berbagai lini, mulai dari SKPK, puskesmas, hingga sekolah dan gampong.
Apresiasi dan Gotong Royong inisiasi Kepala Sekolah Ridwan, yang juga merupakan seorang Guru Penggerak Indonesia, mengaku terharu dengan pencapaian ini. “Rasa haru ini tak terbendung. Penghargaan ini adalah milik bersama. Saya berterima kasih kepada semua pihak: pemerintah daerah, dinas pendidikan, komite sekolah, para guru, siswa, dan masyarakat yang telah mendukung kami,” ujarnya dengan suara bergetar.
Sebelumnya, usai kegiatan penggalangan dana dan bantuan untuk korban banjir, Ketua Panitia Inovasi, Sulaiman, S.Pd., juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja tanpa lelah, dan juga kepada panitia penyelenggara Penajaya yang telah memberikan ruang bagi kami untuk menunjukkan bahwa semangat inovasi di Aceh tidak pernah padam, bahkan di saat-saat tersulit sekalipun,” kata Sulaiman.
Solidaritas pasca bencana memang sangat terasa di Aceh. Bantuan mengalir dari berbagai pihak, baik lokal maupun dari negeri jiran, menunjukkan betapa kuatnya rasa persaudaraan di daerah ini. Semangat gotong royong inilah yang menjadi salah satu pilar kebangkitan masyarakat Aceh, mirip dengan semangat yang terlihat pasca tsunami 2004, di mana kebersamaan menjadi kunci pemulihan.
Masa Depan yang Cerah dengan Kemenangan SMP Darun Nizham di ajang Penajaya 2025 menjadi penanda penting bahwa pemulihan Aceh tidak hanya sebatas pembangunan fisik infrastruktur yang lebih tahan bencana, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan inovasi berkelanjutan. Inovasi SIRAMBI diharapkan tidak berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi dapat direplikasi dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah lain di Aceh, bahkan secara nasional.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ini adalah awal dari perjalanan panjang kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi generasi penerus di Aceh Jaya,” tutup Ridwan, penuh optimisme. Kisah SMP Darun Nizham menjadi bukti nyata bahwa dari setiap bencana, selalu ada ruang untuk harapan, ketangguhan, dan inspirasi yang menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Redaksi angkasanew.com