ACEH JAYA — Di tengah hiruk pikuk perayaan Hari Guru Nasional, sebuah kisah inspiratif terlahir dari jantung pedesaan Aceh Jaya (25-11-2025). Pada Hari Guru Nasional 2025, SMP Darun Nizham di Aceh Jaya meraih Juara Pertama Sekolah Terbaik Inovasi melalui program “SIRAMBI” (Sekolah Islam Berbasis Industri), hasil dari kolaborasi dengan 23 lembaga lintas sektor dan 23 inovasi yang diluncurkan sejak 2023. Kepala sekolah, Ridwan, menekankan pentingnya belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik, dengan filosofi sekolah berfokus pada bersaing dengan diri sendiri. Ini bukan sekadar kisah tentang sebuah penghargaan, melainkan epos nyata tentang kegigihan, kolaborasi lintas batas, dan sebuah filosofi pendidikan yang menolak menyerah pada keterbatasan geografis.
SMP Darun Nizham, sebuah institusi pendidikan Islam swasta yang mungkin awalnya luput dari perhatian, kini berdiri tegak di podium tertinggi. Mereka baru saja menerima kado terindah yang pernah ada gelar Juara Pertama Sekolah Terbaik Inovasi se-Kabupaten Aceh Jaya. Gelar ini dianugerahkan berkat program unggulan mereka yang visioner: “SIRAMBI”—akronim magis dari Sekolah Islam Berbasis Industri.
Kemenangan ini terasa lebih manis karena diraih tepat pada hari di mana jasa para pahlawan tanpa tanda jasa diapresiasi. Ini adalah bukti hidup bahwa inovasi pendidikan tidak mengenal batas urban atau rural.
Sang Nahkoda Visioner dan Seni Berkolaborasi. Di balik layar kesuksesan ini, berdiri sosok Ridwan, S. Pd. I., MA., M. Pd., seorang kepala sekolah sekaligus kandidat doktor yang tengah mempersiapkan promotor disertasinya. Bagi Ridwan, kepemimpinan adalah sebuah seni, dan pendidikan adalah sebuah proses tanpa henti.
“Prestasi ini adalah hasil dari seni berorganisasi dan berkolaborasi yang ‘bukan kaleng-kaleng’,” tegas Ridwan dengan mata berbinar penuh semangat. Ia menekankan sebuah etos kerja yang menjadi nafas di lingkungan sekolahnya: “Kami menganut semboyan berpantang mengajar tanpa belajar. Maka, belajar terus belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik.”
Filosofi ini yang kemudian diterjemahkan menjadi sebuah ekosistem pendidikan transformatif yang melibatkan 23 lembaga lintas sektor—sebuah angka yang fantastis untuk sebuah SMP di daerah.
Trilogi Perjalanan Epik Penuh Inovasi. Perjalanan menuju puncak inovasi ini terstruktur rapi dalam sebuah “trilogi” perjalanan tiga tahun yang penuh makna, mengusung filosofi lokal yang kuat: “sadang sanov” atau satu bidang satu inovasi.
Tahun 2023: Tonggak Sejarah. Momen monumental dicanangkan dengan peluncuran 23 inovasi sekaligus. Bukan sekadar seremonial, momen ini dibarengi dengan penandatanganan prasasti dan Memorandum of Understanding (MoU) secara serentak bersama Pj. Bupati Aceh Jaya kala itu, Dr. Nurdin, M.Si. Ini adalah deklarasi perang terhadap status quo pendidikan konvensional.
Tahun 2024: Akselerasi dan Halal. Inovasi bergerak ke arah yang lebih konkret dan aplikatif. Sekolah melangkah lebih jauh dengan meluncurkan 114 produk bersertifikat halal. Sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan keseriusan sekolah dalam mengintegrasikan nilai Islami dengan tuntutan industri nyata. Penandatanganan MoU jilid dua pun dilakukan, menguatkan komitmen.
Tahun 2025: Puncak Pengukuhan. Inovasi SIRAMBI resmi dikukuhkan. Penandatanganan MoU revisi jilid tiga bersama Bupati Aceh Jaya saat ini, Safwandi, S. Sos., M. AP., menjadi cap resmi atas sinergi lintas sektor yang telah matang. Ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal dan masyarakat pun tercipta sempurna.
Filosofi “Bersaing dengan Diri Sendiri” Di acara puncak PENAJAYA (Penghargaan Peningkatan Inovasi Aceh Jaya), Ketua Panitia Inovasi, Sulaiman, S. Pd., yang mewakili kepala sekolah, menyampaikan rasa haru yang menyentuh hati. Ia memaparkan filosofi unik yang menjadi kompas moral komunitas sekolah tersebut.
“Kami tegaskan, kami tidak bersaing dengan sekolah manapun. Tetapi kami siap bersanding dengan sekolah atau lembaga manapun,” ucap Sulaiman. Pernyataan ini meredefinisi makna kompetisi dalam dunia pendidikan.
“Fokus kami adalah bersaing dengan diri sendiri, mengisi waktu dengan inspirasi. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini.” Sebuah mantra sederhana, namun dampaknya luar biasa dalam memotivasi para insan pendidik dan pelajar di Darun Nizham.
Apresiasi Tulus untuk Pahlawan Narasi. Keberhasilan ini, diakui sepenuhnya oleh pihak sekolah, tidak lepas dari peran vital para ‘pahlawan narasi’: rekan-rekan media massa lokal. Sulaiman secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada media seperti Tagaceh.com, Nanggroenew.com, dan Habakini.com yang telah berjasa menyebarkan praktik baik ini.
“Sumbangsih rekan media sungguh tak terhitung nilainya, tak terkalikan dengan bentuk rupiah,” kata Sulaiman penuh penghargaan. “Bayangkan, sampai hari ini inovasi kami telah mencapai 59 kali publikasi. Tentu ini telah mencapai ratusan juta sumbangsih mereka untuk dunia pendidikan.”
Publikasi ini bukan sekadar berita, melainkan inspirasi yang menyebar luas, mematahkan stigma bahwa sekolah di pedesaan tak bisa setara dengan sekolah di perkotaan.
Epilog: Semangat Baru di Aceh Jaya. Di momen peringatan Hari Guru Nasional ini, ketika Ridwan dan seluruh jajaran guru SMP Darun Nizham mengucapkan selamat hari guru kepada para pendidik di seluruh negeri, kado dari pemerintah daerah Aceh Jaya ini menjadi bahan bakar ekstra.
Kisah SIRAMBI adalah bukti nyata bahwa dengan visi yang kuat, kolaborasi yang tulus, dan filosofi bersaing dengan diri sendiri, keterbatasan bisa diubah menjadi kekuatan super. SMP Darun Nizham tidak hanya mencetak siswa, mereka mencetak generasi emas yang inovatif, berdaya saing, dan berakhlak mulia, siap bersinar terang di Bumi Aceh. Inilah kado terindah yang sesungguhnya “inspirasi tanpa batas” untuk daerah dan Indonesia yang lebih luas.
-Redaksi angkasanew.com