ACEH JAYA – Suasana pelatihan prosedur ekspor impor yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Aceh Jaya berubah drastis menjadi penuh semangat dan haru, berkat penyampaian materi yang memukau dari Bapak Pedri Aulia Siregar, S. E., perwakilan dari Bea Cukai Meulaboh (17-11-2025). Keahlian dan cara penyampaian beliau yang elegan sukses membuat para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) terkesima dan seolah-olah langsung terlibat dalam proses persiapan berkas ekspor impor sesungguhnya.
Pelatihan yang diadakan bertepatan dengan semangat Hari Pelajar Internasional ini menjadi momen pencerahan bagi peserta UMKM setempat. Bapak Pedri Aulia Siregar, dengan penguasaan materi yang penuh dan mendalam, berhasil menyederhanakan regulasi serta dokumen-dokumen rumit yang seringkali menjadi sesuatu yang menantang bagi pelaku usaha kecil.
Ridwan, S. Pd.I., MA., M. Pd., Kepala Sekolah inisiator inovasi SIRAMBI Sekolah Islam Berbasis Industri, salah seorang peserta pelatihan ini mengaku “Penyampaian Bapak Pedri luar biasa. Kami tidak hanya mendengarkan teori, tapi seakan-akan langsung mempraktikkan cara menyiapkan dokumen ekspor impor. Suasananya hidup dan sangat inspiratif,” ungkap Ridwan dengan mata berbinar.
Karismatiknya dalam menguraikan setiap detail prosedur, dari perizinan hingga pengiriman barang, mengubah keraguan menjadi optimisme. Semangat baru pun membara di kalangan peserta, memupuk keyakinan bahwa produk lokal Aceh Jaya siap menembus pasar internasional. Momen haru tercipta saat para IKM menyadari potensi besar yang ada di hadapan mereka, didukung oleh pengetahuan praktis yang baru saja kami dapatkan”, tutup Ridan.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga memotivasi para UMKM untuk berani melangkah lebih jauh. Antusiasme peserta membuktikan bahwa edukasi yang tepat sasaran dengan penyampaian yang efektif adalah kunci untuk membuka gerbang perdagangan global bagi industri kecil menengah di Aceh Jaya.
Muhammad Ali, S. Sos., atau akrab disapa Bang Ali Lamno, mantan anggota DPRK Aceh Jaya periode 2019-2024 sekaligus pendiri usaha Kopi Lamno dan berbagai produk makanan ringan bersertifikat halal, menyambut baik inisiatif pelatihan ekspor impor bagi UMKM di Aceh Jaya.
Menurut Bang Ali, apresiasi tinggi patut diberikan kepada pemerintah daerah atas terselenggaranya kegiatan ini, yang dinilainya sebagai langkah maju krusial untuk pengembangan usaha lokal. “Apresiasi kepada pemerintah terhadap kegiatan ini menjadi langkah maju untuk pengembangan usaha UKM Aceh Jaya,” tutur Bang Ali. Ia menekankan bahwa tanpa pembekalan dan pendampingan ekstra dari pemerintah, para pelaku UKM akan menghadapi kesulitan besar dalam menembus pasar global.
Lebih lanjut, Bang Ali menaruh harapan besar kepada para peserta pelatihan. Ia berpesan agar peserta proaktif untuk ekstra mengakses informasi dan berani membangun kemitraan lintas sektor, termasuk dalam hal permodalan. Hal ini penting untuk memastikan produk UMKM Aceh Jaya memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (3K) yang dibutuhkan pasar ekspor.
Kritik membangun juga disampaikan olehnya, Bang Ali berharap agar pemerintah tidak berhenti pada pelatihan di dalam ruangan saja. “Semoga pemerintah dapat meningkatkan pelayanan merangkul semua pelaku UMKM untuk dapat membuka lapangan kerja demi peningkatan perkapita,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya pendampingan maksimal di lapangan, mulai dari pengolahan produk, pengemasan, promosi, hingga studi banding bagi pelaku UMKM. “Pelatihan ini jangan sekadar di ruangan, lebih lanjut kami berharap adanya pendampingan maksimal di lapangan mulai dari pengolahan produk, pengemasan, dan promosi serta diajak pelaku UMKM untuk studi banding,” tutup Bang Ali Lamno, penuh harap.
Program Sekolah Islam Berbasis Industri (SIRAMBI) di Aceh Jaya menunjukkan hasil nyata dalam pemberdayaan ekonomi lokal, berkat kemitraan erat antara Pondok Pesantren Darun Nizham dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat.
Linda Desianti, S. KM., Kepala Seksi Pembinaan Usaha Industri Diskoperindag Aceh Jaya yang baru saja meraih penghargaan Fasilitator Usaha Industri Terinspiratif 2025 menyoroti pentingnya momen Hari Pelajar Internasional sebagai titik tolak kemitraan yang telah berjalan panjang.
“Di Hari Pelajar Internasional ini menjadi momentum penting setelah perjalanan panjang kemitraan,” ujar Linda.
Linda dikenal sebagai sosok kunci di balik fasilitasi berbagai kebutuhan legalitas produk santri, meliputi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sertifikasi halal untuk 100 produk, hingga sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Upaya ini membuahkan hasil signifikan.
Sejak diluncurkan secara monumental pada tahun 2023, program SIRAMBI telah berhasil menelurkan 114 produk halal dan jasa unggulan pada tahun 2024. Ragam produk tersebut mencakup makanan pangan lokal, produk herbal, hingga layanan digital, membuktikan kapasitas pesantren sebagai pusat inkubasi bisnis yang produktif.
Ridwan, konseptor program SIRAMBI, menegaskan visi program tersebut. “Kami ingin membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
- Ridwan dan Redaksi angkasanew.com