Banda Aceh– Seorang kepala Sekolah Inovatif Inisiator Inovasi SIRAMBI Sekolah Islam Berbasis Industri SMP Darun Nizham Ridwan, S. Pd. I., M. A., M. Pd. Lulus Seminar Proposal (14-11-2025). Proposal Disertasi membaha s “Strategi Pembinaan Karakter Religius Berbasis Kearifan Lokal di Dayah Terpadu Aceh Jaya. “Satker Rela” (Strategi Pembinaan Karakter Religius Berbasis Kearifan Lokal) .
Konsep “Satker Rela” yang ia gagas bukan sekadar istilah akademik, melainkan pemetaan model pembinaan karakter religius yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Aceh. Dalam paparannya, Ridwan menjelaskan dengan penuh semangat bagaimana “Jeut, Roeh, Get menjadi peta konsep”. “Jika pelatihan karakter berjalan normal, maka Jeut, Roeh, Get berfungsi dengan baik akan melahirkan Generasi Berkarakter Religius, Berbudaya, dan Adaptif terhadap Zaman.
Ridwan mengibaratkan konsep pembinaan karakter religius ini seperti sebutir telur, Get ibarat kulit telur sebagai pelindung utama karakter religius “Peusijuek, Kenduri Beureuat, Kenduri Pang Ulee, dan Tulak Bala, Sastra Lisan dan Nasihat Adat” melalui kokurikuler.
Selanjutnya Roeh ibarat putih telur sebagai benteng kedua disebut “Integrasi Nilai Islam dengan Kearifan Lokal” melalui intra kurikuler dan yang ke tiga Jeut di baratkan kuning telur sebagai inti telur “Ibadah, Akhlak, Toleransi, Integritas, Adaptif, Identitas Islam” melaui Projek Pembelajaran Mendalam.
“Telur menjadi simbol kehidupan. Jika cangkangnya dirawat dengan baik, putih telur tidak dingin, dan kuning telur memiliki potensi tetas, maka akan lahirlah kehidupan baru yang sempurna. Namun jika cangkang telur pecah karena tekanan luar, maka putih telus terkontaminasi, kuning telur terganngu. maka akibat ketimpangan negatif hana juet, hana roeh dan hana get. Begitu pula dengan pembinaan karakter religius. Harus saling mendukung tumbuh dari dalam kuning telur, didukung oleh putih telus dan dilindungi oleh cangkang. ,” ungkap Ridwan
Apresiasi tinggi dari tim penguji pada Ridwan yang memaparkannya dengan lugas dan penuh percaya diri, Ketua Penguji Dr. Sehat Ihsan Sadiqin, M. A., Anggota Prof. Dr. Warul Walidin AK, MA., Prof. Dr. Phil. Abdul Manan, S. Ag., M. Sc., M. A., dan Dr. Zulfatmi, M. Ag., Para penguji mengakui “Baru langkah mengajukan proposal disertasi Ridwan telam menemukan arah konsep yang jelas dan mengejutkan,” ujar Prof. Warul Walidin.
Sementara itu, Penguji kedua Prof. Abdul Manan mengakui “Penelitian ini sangat bagus. Ia mampu menurunkan konsepnya dari teori ke praktik secara utuh, dan itu sesuai dengan pengalaman akademik saya ketika menempuh studi doktoral di Jerman,” ini patut kita dukung agar penelitian berjalan lancar dan mengahsilkan kontribusi nyata bagu dunia penidikan, tutup Abdul Manan.
Dr. Zulfatmi menyatakan “Awalnya sidang terasa tegang, namun perlahan berubah menjadi forum kolaboratif. Kami saling melengkapi asumsi, memperkuat teori, dan membicarakan kemungkinan hasil penelitian yang bernilai novelti tinggi,” Dalam sesi penutup, Ridwan menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan penelitian ini dengan totalitas penuh. Ia juga menegaskan bahwa konsep “Satker Rela” memiliki potensi besar untuk didaftakan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Saya siap secara mental dan spiritual. Dengan bimbingan para guru besar, saya yakin konsep ini bisa menghasilkan novelti yang nyata dan bahkan bisa diklaim sebagai HKI,” tutur Ridwan. Persiapan Ridwan bukan tanpa bukti. Sebelumnya, ia juga telah memegang HKI Inovasi SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri).
Proposal Disertasi Ridwan tidak hanya menarik dari sisi akademik, tetapi juga hangat secara emosional. Para peserta dan tamu yang hadir menggambarkan suasana seminar itu seperti “perpaduan antara ruang ilmiah dan ruang kolaborasi para ahli”. ujar Salah satu peserta, Nazaruddin, S.Ag., MA, Bagi saya “Ini bukan sekedar ujian, tapi proses pencerahan. Saya merasa mendapatkan banyak ilmu, baik dari pemateri maupun para guru besar penguji. Durasi satu jam setengah ini adalah yang paling lama di antara 13 peserta S3 AGPAI lainnya, tapi terasa sangat berharga,” ungkapnya.
Selain itu, berbagai pihak turut berkontribusi menjaga suasana seminar tetap kondusif dan menyenangkan. Siti Halimah, S. Pd. I., M. A., penyuguh kue tamu dan dosen penguji beserta kopi gratis Aceh Besar di datangkan langsung dari NTB Neusoek Teu Bilui. Magfirah, S. Pd. I., M. A, penyedia buah segar tidak kalah semangat sebelum peserta masuk ruang sidang buah segar telah terhidang rapi. Hal istimewapun tidak kalah menarik ikut hadil langsung Fitri Suzanni, S. Pd. I sebagai pendamping yang ikut membantu berbagai persiapan sidang.
Para penguji sepakat bahwa konsep Satker Rela model pembinaan karakter religius berbasis kearifan lokal yang patut dikembangkan secara lebih lanjut. Konsep ini sejalan dengan semangat UIN Ar-Raniry sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang mendorong integrasi ilmu, iman, dan amal. “Jeut, Roeh, Get bukan sekadar teori. Ini adalah cara kita membentuk manusia yang utuh beriman dalam akidah, beradab dalam budaya, dan berdaya dalam kehidupan,” tutup Ridwan dalam sesi akhir dengan penuh rasa syukur. Acarpun ditutup dengan foto bersama dan saling berterimakasih dan berjabat tangan.
— Ridwan dan Redaksi angkasanew.com