Aceh Jaya, 20 Oktober 2025 – Jauh dari hiruk pikuk kota besar, sebuah perayaan maulid yang unik dan menginspirasi tengah berlangsung persiapan yang matang di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Di tengah hamparan sawah hijau dan pepohonan rindang, siswa SMP Darun Nizham, sekolah Islam berbasis industri mempersiapkan panitia pelaksanan lomba yang solit dan Tangguh. Lomba yang digelar tidak tanggung-tanggung terdiri dari 16 sekolah mitra stategis Aceh Jaya dan Aceh Barat. Lomba Cerdas Tangkas Cermat dan Familiar CTCF dan Tahfiz berbasis digital mutakhir jenjang SD, MI dan TPA Mitra di gelar yang ke 3 kalinya setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya. Dua tahun berturut TPA Darul Iztiqamah Gampong Baroe Teunom memboyong piala juara pertama lomba CTCF, sedangkan tahfiz putra putri di borong oleh SD Negeri 5 Pasie Raya Desa Bintah. Tahun ini belum diketahui siapa yang akan lebih unggul diantara semua peserta yang respon sangan antusias terlihat pada saat kami sosialisasi ke 16 sekolah yang tersebar di dua kabupaten.
Kepala SMP Darun Nizham Ridwan, S. Pd. I., MA., M. Pd. dikenal dengan komitmennya pada pendidikan karakter dan pelestarian budaya, menyelenggarakan perlombaan yang akan berlangsung mulai Rabu, 22 Oktober 2025 samapi 03 November 2025 hari final. ini bukan hanya semarakkan peringatan maulid, tetapi juga menjadi sebuah deklarasi nyata pelestarian warisan budaya Aceh yang religius bagi generasi muda. Acara resepsi dijadwalkan Kamis, 06 November 2025 mendatang. Dilengkapi dengan kegiatan pengukuhan Inovasi SIRAMBI, penandatangan MoU dan Prasasti oleh Bupati Aceh Jaya Safwandi, S. Sos. Dalam kegiatan ini juga diselengarakan pengangerahan 27 tokoh inspiratif lintas sektor dari berbagai kalangan, katagori dan jenjang. Mulai dari Anggota DPRA, insan pers sampai dengan guru purnatugas.
Sulaiman, ketua panitia pelaksana, menjelaskan alasan di balik pemilihan perlombaan ini. “Kami ingin lebih dari sekadar lomba antar sekolah,” ujarnya dengan semangat. “Perlombaan ini dipilih bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi sebagai upaya nyata pelestarian budaya riligius bagi generasi muda. Di era digital yang serba instan, perlombaan syarhil dan tahfiz ini sering terpinggirkan. Padahal, di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti religus yang kental, sportivitas, kerja sama, dan keuletan yang perlu dijaga dan diwariskan.”
Para siswa pun terlihat antusias mengikuti setiap cabang lomba. Mereka tak hanya berlomba untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk merasakan sensasi berlomba secara langsung, antar sekolah dalam dua kabupaten, berinteraksi dalam lomba berbasi digital, dan menikmati keceriaan perlomban yang mungkin hanya pernah mereka lihat di video. Salah satu penitia yang mencuri perhatian adalah Anisa Syakira. Dengan semangat membara, ia menjadi panitia yang ikut turun langsung ke lapangan, ke sekolah-sekolah mitar dan bahakan ikut bergabung saat pembahasan MoU dengan Kabag Tapem Tata Pemerintahan Dahrial Saputra, S. IP. Sempat di apresiasi oleh bapak kabag. Bangga dengan pola pembinaan generasi yang dilibatkan langsung bersosialisasi dengan lingkungan nyata dlam berbagai bidang. “Saya bangga anak-anak Aceh Jaya dididik kepemimpinan dari dini dan mencintai daerahnya setulus hati, belajar dan berkarya, peduli dan empati terhadap kepentingan orang banyak”.
Sukses terus buat semuanya