Aceh Jaya, 09 Oktober 2025 SMP Darun Nizham Sukses launching STAI PTIQ Aceh. Kegiatan berlangsung khidmat dihadiri oleh Bupati Aceh Jaya diwakili As II Ekonomi Pembangaunan, Anggota DPRA dan DPRK, Ketua MAA, Ketua MPU, Ketua MPD, Kadis Pendidikan Dayah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.
Apresiasi dan dukungan penuh dari Angguta DPRA Ir. Azhar Abdurrahman, dengan semangat menngebu beliau menyampaikan testimoni motivasu belajar “sirang jak pot sawet jeut tajak kuliah siat” beliau bahakan menghibah tahah untuk STAI PTIQ Aceh seluas 3.5 ha.
Kepala SMPS Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., MA, M.Pd., yang merupakan kandidat Doktor Pascasarja UIN Ar-Raniry menyatakan “Kami sangat bersyukur dan terharu semua undang lintas sektor ikut berhadi semuanya menyambut kehadiran Kampus STAI PTIQ Aceh. Semoga ini menjadi mitra strategis Bagi Sekolah Islam Berbasis Industri. Ini bekal awal dari perjalanan besar pendidikan Islam modern di Aceh Jaya”. “Kehadiran STAI PTIQ Aceh di Darun Nizham pusat inovasi pendidikan Islam yang kental nilai-nilai Aswaja, yang berpadu dengan sistem modern membina santri kuat akidah, cerdas dan terampil dalam mempelajari kitab kuning sesuai kurikulum dayah dan kurikulum sekolah umum berstandar nasional.
Dukungan Tak hanya kalangan internal Darun Nizham, dukungan juga datang dari masyarakat, alumni, dan tokoh-tokoh pendidikan di Aceh. Mereka melihat hadirnya kampus ini sebagai investasi besar bagi Aceh Jaya. kegiatan launching diisi oleh sambutan Abati Tgk. H. Muslem. HK. Beliau dengan oenuh semangat menjelaskan kronologi sampai hari penandatangan MoU ini “nyo pakat kerjasama lampoh sawet atau pelara lumo, payah lon pike dua go. Tapi ketika diajak kerjasama STAI PTIQ Aceh lon lage kontak, langsung nyoe aju”. Launching Kampus STAI PTIQ Aceh di Darun Nizham menjadi momentum emas bagi dunia pendidikan Islam di Aceh. Melalui sinergi ini, diharapkan terwujudnya lembaga pendidikan yang unggul.
Dengan dukungan kepemimpinan yang visioner, rektor STAI PTIQ Aceh Dr. Musa Alfadil, S. Pd. I., MA. menyamapaikan orasi ilmiah kronologis kampus STAI PTIQ Aceh dari masa-kemasa. beliau juga menyinggung tentang peluang beasiswa satu desa satu sarjana, beasiswa Pemda, PIP, Baitulmal dll. kampus STAI PTIQ ini telah memiliki tenaga pendidik yang profesional yang siap medidik mahasiswa di Darun Nizham dan STAI PTIQ Aceh siap menorehkan sejarah baru wajah pendidikan Aceh Jaya.
Selanjutnya Ketua Yayasan PTIQ Aceh Muhammad Yusuf, S. E. mengaku Acara peluncuran ini akan menjadi simbol kuatnya pendidikan Islam di eramodern, profesional, dan berdaya saing global. “Inilah saatnya kita buktikan bahwa pesantren dan kampus Islam mampu bersanding di era modern”.
Sementara itu, Tgk. Jailani, S.E, Ketua Panitia Pelaksana, menyatakan “Saya sangat terharu dan bangga. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras, bekerja cerdas, mensukseskan kegiatan”. Persiapan launching kampus ini diisi berbagai kegiatan menarik mulai dari gladi bersih acara, penataan fasilitas kampus, hingga koordinasi bersama lintas lembaga. Nuansa kebersamaan terasa kental; para guru, santri, pelajar, dan masyarakat sekitar ikut ambil bagian menyongsong momen monumental ini. “kami ingin menghadirkan pendidikan Islam yang lebih visioner. Membangun jejaring, hingga merancang program inkubator bisnis Islami. Dengan menggandeng STAI PTIQ Aceh, sinergi ini akan menciptakan jalur pendidikan berkelanjutan: siswa SMPS Darun Nizham dapat melanjutkan pendidikan ke SMAS Darun Nizham dan dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi dengan bekal keterampilan industri, sementara mahasiswa STAI PTIQ Aceh juga berkesempatan melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta mengembangkan inovasi bisnis Islami di lokasi sekolah yang sama.
Rencana besar ini juga mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah. Bupati Aceh Jaya bersama jajaran dinas terkait dijadwalkan hadir langsung pada peluncuran mendatang. Kehadiran ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mendukung penuh lahirnya sekolah berbasis industri. Terobosan penting. “Model pendidikan berbasis industri Islami ini adalah hal baru dan luar biasa. Kami berharap sekolah lain juga bisa mencontohkan”. Tokoh masyarakat dan kepala desa di sekitar sekolah juga menyatakan siap bersinergi agar program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kini, momentum bersejarah lahirnya era baru pendidikan Islam berbasis industri di Aceh Jaya. Peluncuran kemitraan ini diyakini akan menjadi pijakan penting dalam mengintegrasikan sekolah dengan perguruan tinggi, serta menjadikan Aceh Jaya sebagai pusat pendidikan berkelanjutan. “Pendidikan modern merupakan investasi terbesar. Dengan sinergi ini, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap membangun bangsa dengan ilmu, keterampilan, dan akhlak Islami. semoga menjadi inspirasi untuk Aceh dan Indonesia” pungkas Ridwan.